Dilarang Bawa TNI/Polri, Pilot Susi Air Disandera KKB Papua

Infonegeri, PAPUA – Dua pilot pesawat maskapai Susi Air beserta tiga orang penumpang disandera 30 anggota Kelompok Separatis Bersenjata (KSB) atau Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Kabupaten Puncak, Papua. Pemberontak melarang pilot membawa penumpang aparat TNI-Polri. Demikian diungkap Kepala Penerangan (Kapen) Kogabwilhan III, Kolonel Czi IGN Suriastawa.

“Bahwa KSB sempat mengancam agar pesawat maskapai Susi Air dilarang membawa penumpang aparat TNI-Polri. Selain itu, KSB juga menyampaikan kekecewaannya dengan kepala kampung karena tidak memberikan dana desa,” kata Suriastawa dalam keterangannya, Sabtu (13/3).

Kapten pilot merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal Selandia Baru bernama Capt. Ian John Terrence Hellyer.

“Ia mengungkapkan bahwa dirinya dan 3 penumpang warga Papua sempat disandera oleh sekitar 30 orang KSB selama 2 jam di Lapangan Terbang Wangbe, Kab Puncak, sekitar pukul 06.20 Wit. Ketiga warga asli Papua adalah Ricky Dolame, Arikala Dolame dan Arike Wandikbo,” tuturnya.

Masih menurut pilot, dua diantara puluhan KSB membawa senjata laras panjang. Beruntung selama disandera 2 jam, pilot dan 3 penumpang tidak mengalami tindak kekerasan, walaupun merasa khawatir akan keselamatannya, karena sempat ditodong senjata.

Kronologi Penyanderaan

Sementara itu, Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyampaikan, peristiwa bermula saat pukul 05.40 Wit, Pesawat Susi Air PK BVY yang dipiloti oleh Ian John Terrence Hellyer terbang dari Terminal UPBU Bandara Moses Kilangin Timika menuju Lapter Wangbe, Kabupaten Puncak.

“Pukul 06.20 Wit, Pesawat Susi Air PK BVY landing di Lapter Wangb Kabupaten Puncak. Kemudian pesawat tersebut tiba-tiba ditahan oleh sekitar 30 orang Kelompok KKB wilayah Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak,” tutur Kamal.

Menurut Kamal, sekitar dua jam KKB menahan pesawat beserta pilot dan penumpangnya. Masuk pukul 08.00 Wit, negosiasi selesai dan akhirnya pesawat dilepas dari bendara Lapter Wangbe, Kabupaten Puncak menuju Timika.

“Dari keterangan pilot bahwa 30 orang KKB wilayah Distrik Wangbe, Kabupaten Puncak, terlihat membawa dua pucuk senjata laras panjang,” jelas dia.

Aksi penyanderaan itu juga diwarnai penodongan senjata api. Salah seorang penumpang berupaya melakukan negosiasi dan keseluruhannya berhasil melepaskan diri dari KKB.

“Selama ditahan, pilot sempat ditodong dengan menggunakan senjata oleh Kelompok KKB. Saat ini kondisi pilot sehat dan tidak mendapatkan penganiayaan serta barang barang tidak dirampas,” Kamal menandaskan. (SA)

Sumber: Liputan6.com