Rampung Dibahas, Minuman Tuak Disanksi Rp50 Juta

Infonegeri, KOTA BENGKULU – Raperda Larangan Minuman Tuak dan Minuman Beralkohol Lainnya selesai dibahas oleh Bapemperda DPRD Kota dan Timlegda Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu.

Hal ini disampaikan Ketua Bapemperda DPRD Kota Bengkulu Solihin Adnan, yang mengatakan setelah proses pembahasan yang alot dan panjang akhirnya larangan tersebut selesai dibahas.

Lanjutnya, larangan ini bersifat keseluruhan dan mengikat, tidak hanya bagi produsen tapi juga bagi penjual minuman tuak atau minuman beralkohol tradisional lainnya.

“Hari ini kita rampungkan pembahasan Raperda Larangan Minuman Tuak. Dan penegakan terhadap Perda ini kedepannya akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Bengkulu melalui PPNS. Dan kinerja mereka ini juga diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2010. Artinya tupoksi PPNS ini semakin kuat,” kata Solihin.

Perda Larangan Minuman Tuak dan Minuman Beralkohol Lainnya tidak hanya menjadi simbol atau hanya normatif saja karena sesuai dengan visi Kota Bengkulu Kota Hadits. Dan apabila ada pelanggaran akan disanksi.

“Dalam Raperda ini disebutkan sanksi bagi pelanggar Perda yakni kurungan penjara selama 6 bulan kurungan dan denda sebesar Rp 50 juta,” (Soprian)