Lonjakan Covid-19, Jokowi: 18,9 Juta Orang Masih Ingin Mudik

Presiden RI, Joko Widodo

Infonegeri, JAKARTA – Lonjakan Covid-19 di sejumlah negara menjadi pengingat Indonesia untuk tetap waspada. Jangan pernah lengah, sekecil apapun kasus aktif di satu Provinsi, Kabupaten, atau Kota.

Hal ini disampaikan Presiden Republik Indonesia Jokowi menjelang Idulfitri, “Saya meminta para kepala daerah untuk intens menyampaikan kebijakan peniadaan mudik,” Cuitan Jokowi, Jum’at (30/04/2021).

Larangan mudik ini sebelumnya telah disampaikan yang tertuang dalam Addendum Surat Edaran Satgas Covid-19 Nomor 13 Tahun 2021 tentang Peniadaan Mudik Hari Raya Idul Fitri dan upaya pengendalian Covid-19 selama Ramadhan.

“Sebelum ada larangan mudik, yang mau mudik di negara ini 89 juta orang, 33% dari penduduk. Begitu mudik dilarang, turun menjadi 11%. Angkanya masih 29 juta. Setelah sosialisasi larangan mudik, turun menjadi 7%. Tujuh persen ini masih besar, 18,9 juta orang.” sambung Jokowi. (Soprian)

Diketahui, Addendum Surat Edaran Nomor 13 Tahun 2021 yang dipublikasikan Satgas Covid-19, berikut aturan perjalanan di dalam negeri yang berlaku bagi pengguna mobil pribadi:

  1. Pelaku perjalanan transportasi umum darat akan dilakukan tes acak rapid test antigen/tes GeNose C19 apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Daerah;
  2. Pelaku perjalanan transportasi darat pribadi, diimbau melakukan tes RT-PCR atau rapid test antigen yang sampelnya diambil dalam kurun waktu maksimal 1 x 24 jam sebelum keberangkatan, atau tes GeNose C19 di rest area sebagai persyaratan melanjutkan perjalanan dan akan dilakukan tes acak apabila diperlukan oleh Satgas Penanganan COVID-19 Daerah;
  3. Pengisian e-HAC Indonesia diimbau bagi pelaku perjalanan dengan seluruh moda transportasi darat umum maupun pribadi, kecuali bagi pelaku perjalanan udara dan laut wajib melakukan pengisian e-HAC Indonesia;
  4. Anak-anak di bawah usia lima tahun tidak diwajibkan untuk melakukan tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 sebagai syarat perjalanan;
  5. Apabila hasil tes RT-PCR/rapid test antigen/tes GeNose C19 pelaku perjalanan negatif namun menunjukkan gejala, maka pelaku perjalanan tidak boleh melanjutkan perjalanan dan diwajibkan untuk melakukan tes diagnostik RT-PCR dan isolasi mandiri selama waktu tunggu hasil pemeriksaan.