Menkominfo Kaji Blokir PUBG, Free Fire Usulan Bupati Mukomuko

Kantor Kementerian Komunikasi dan Informatika RI di Jakarta. - Bisnis.com - Samdysara Saragih

Infonegeri, JAKARTA – Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) menanggapi permintaan pemblokiran situs dan aplikasi game online seperti PUBG dan Free Fire yang disampaikan Bupati Mukomuko, Provinsi Bengkulu, Sapuan.

Dikutip dari cnbcindonesia.com, Menurut Juru Bicara Kominfo, Dedy Permadi, Kominfo akan memproses dan mempertimbangkan permohonan pemblokiran yang disampaikan Bupati Sapuan sesuai regulasi yang ada.

“Kementerian Kominfo pada prinsipnya akan memproses dan mempertimbangkan semua permohonan dan mempertimbangkan semua permohonan pemblokiran yang kami terima sesuai dengan regulasi yang berlaku,” kata Dedy seperti dikutip CNBC Indonesia, Sabtu (26/6/2021).

Dedy menjelaskan pemblokiran sistem elektronik termasuk di dalamnya situs atau aplikasi game online diatur dalam Peraturan Menteri Kominfo No.5 Tahun 2020 tentang Penyelenggara Sistem Elektronik Lingkup Privat. Aturan tersebut telah diubah melalui Permen Kominfo No.10 Tahun 2021.

Dengan regulasi yang berlaku, dia mengatakan Kementerian Kominfo memiliki wewenang untuk melakukan pemblokiran terhadap suatu game online. Pertimbangannya, apabila konten itu menyayangkan atau mengandung muatan yang dilarang oleh peraturan perundang-undangan.

Dia menambahkan, pemblokiran ditetapkan selama permohonan dilakukan pihak yang berkepentingan lewat kanal pengaduan yang ditetapkan. “Dan selama permohonan pemblokiran dilakukan oleh pihak yang berkepentingan melalui kanal pengaduan yang sudah ditetapkan,” jelasnya.

Kominfo memiliki beberapa kanal untuk melakukan aduan. Misalnya situs www.aduankonten.id, melalui nomor WhatsApp 0811-9224-545, dan email aduankonten@mail.kominfo.go.id.

Dilansir sebelumnya, Bupati Mukomuko, Sapuan menyurati Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Republik Indonesia. Hal ini menindak lanjuti keluhan masyarakat terkait game online dikalangan anak-anak.

Surat tersebut Kominfo agar game online PUBG, Free Fire, Mobile Legends, dan Higgs Domino serta Aplikasi sejenis game lainnya yang disediakan lewat Smartphone (HP) maupun Personal Computer (PC) diblokir.

”Banyaknya orang tua yang mengeluh terkait dalam situasi wabah Virus Covid-19 sistem pembelajaran banyak menggunakan sistem dalam jaringan (Daring), dalam proses pembelajaran game online ini  mempengaruhi siswa siswi dalam proses belajar menggunakan Smartphone” ujar Bupati Sapuan, Senin (21/06/2021) beberapa waktu lalu dilansir dari Media Center Mukomuko.

Dikatakan Sapuan, keberadaan game online sangat menggangu proses belajar secara daring dan juga berpotensi merusak mental generasi bangsa Serra dampak negatif lainnya seperti kesehatan anak.

“Game online ini mengakibatkan Anak lupa dengan tanggung jawabnya dalam hal pendidikan, dan juga dapat merusak kesehatan seperti contohnya merusak mata, dan lainnya,” tutur dia.

Bupati juga berharap kepada orang tua murid dan masyarakat agar bisa menyaring konten baik dan positif karena teknologi digital juga bisa bermanfaat dan meminta kepada orang tua untuk dapat berperan aktif.

“Tentu ini menjadi tanggung jawab kita semua dan orang tua terkhususnya harus selalu mengawasi, membimbing dan membatasi aktifitas anak dalam bermain smartphone.” Tegasnya. [SA]