Konsorsium LSM Bengkulu Segera Melengkapi Dokumen Pelaporan

Koordinator Konsorsium Bengkulu, Syaiful Anwar (Foto/Soprian Ardianto)
Koordinator Konsorsium Bengkulu, Syaiful Anwar (Foto/Soprian Ardianto)

Infonegeri, BENGKULU – Koordinator Konsorsium LSM Bengkulu, Syaiful Anwar saat melangsungkan Hearing ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Bengkulu guna penguatan peran organisasi masyarakat sipil atau Civil Society Organization (CSO) dalam dugaan kasus korupsi.

Dalam Hearing tersebut untuk mewujudkan gerakan pemberantasan korupsi di Indonesia khususnya di Provinsi Bengkulu, dimana hingga saat ini dugaan pelanggaran korupsi di Pemerintahan baik tingkat Provinsi dan Kabupaten belum terselesaikan.

Dugaat tersebut seperti di Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu dalam hal ini Dinas Pertanian program bantuan Unit Pengolah Pupuk Organik (UPPO) dari Kementerian Pertanian (Kementan) tahun 2019/2020, Dinas Pendidikan, Dinas Kesehatan dan Koni Provinsi Bengkulu.

Tidak hanya di Pemprov Bengkulu, dirinya juga menyampaikan dugan kasus di Kabupaten Seluma, yakni Dinas Pendidikan, Disporan, Dinas Pertanian dan PUPR. Begitupun kasus dugaan proyek fiktif pembuatan peta Tata Ruang Bengkulu Tengah yaitu tentang Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) tahun 2013/2014.

“Dalam waktu dekat kami akan memberikan seluruh dokumen pendukung dalam laporan kegiatan tersebut,” singkat Syaiful, saat melangsung hearing di Kejati Bengkulu, Jumat (17/07/2021) kemarin.

Sebelumnya, Hearing tersebut, pihak Kejati Bengkulu dalam hal ini diwakili Kasipenkum, Martin, menyampaikan dalam pelaporan ini agar pihak pelapor yang tergabung dalam Konsorsium LSM, “Sesegera mungkin melangkapi dokumen pendukung yang dianggap penting.” [Soprian]