Aturan Lengkap PPKM Level 4 Kota Bengkulu

Surat Edaran Walikota Bengkulu Selama PPKM Level 4

Surat Edaran Walikota Bengkulu Selama PPKM Level 4

Infonegeri, BENGKULU – Presiden Republik Indonesia Jokowi, Senin (27/07/2021) resmikan mengumumkan Perpanjangan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 3-4 di pulau Jawa – Bali hingga 2 Agustus 2021.

Tidak hanya di wilayah Jawa – Bali, Pemerintah juga memberlakukan PPKM level 4 di wilayah Sumatera, Kalimantan, Nusa Tenggara, Maluku, dan Papua, seiring dengan terbitnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri).

Dalam intruksi tersebut Provinsi Bengkulu dalam hal ini Kota Bengkulu masuk salah satu daftar ke 21 Wilayah PPKM level 4 dengan pengetatan prokes ketat. Menyikapi hal tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) melalui Walikot Bengkulu mengeluarkan Surat Edaran (SE).

Meneruskan Inmendagri nomor 25 tahun 2021 tanggal 25 Juni 2021, Walikota Helmi Hasan mengeluarkan SE dengan nomor: 360/153/BPBD/2021 tentang PPKM level 4 dan penghentian kegiatan yang bersifat keramaian atau kerumunan.

Dalam SE tertulis pertama tidak mengadakan kegiatan yang menimbulkan keramaian/kerumunan seperti resepsi pernikahan, akikah, sunatan, syukuran, tabligh akbar, tabligh musibah, pasar malam, kegiatan seni, kegiatan budaya, olaraga, wisata, pelatihan/seminar/rapat.

Kedua pelaksanaan kegiatan perkantoran/tempat kerja pada sektor non esensial diberlakukan Work From Home (WFH) sebanyak 100 persen. Ketiga kegiatan belajar-mengajar (PAUD/TK/RA, SD/MI, SMP/MTs, SMA/SMK/MA/sederajat dan perguruan tinggi) diwilayah Kota Bengkulu dilakukan secara daring (online).

Selanjutnya keempat pelaksanaan kegiatan pada pusat pebelanjaan/mall/pusat perdagangan ditutup sementara kecuali akses untuk restoran, supermarket, dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari, jam buka dibatasi sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan pembatasan kapasitas pengunjung maksimal 50 persen dengan penerapan prokes secara lebih ketat.

Kelima pelaksanaan kegiatan pada sekor esensial seperti keuangan dan perbankan hanya meliputi asuransi, bank, pegadaian, dana pensiun, dan lembaga pembiayaan (yang berorientasi pada pelayanan fisik dengan pelanggan dapat beroperasi dengan kapasitas maksimal 50 persen untuk lokasi yang berkaitan dengan pelaynana kepada masyarakat, serta 25 persen untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional. Pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan, industri strategis dapat beroperasi dengan kapasitas ketentuan maksimal 50 persen staf.

Esensial pada sektor pemerintah yang memberikan pelayanan publik yang tidak bisa ditunda pelaksanaannya diberlakukan 25 persen masimal Work From Office (WFO) dengan prokes secara ketat. Kritikal seperti kesehatan, keamanan dan ketertiban masyarakat dapat beroperasi 100 persen. Penangan bencana, energi, logistik, tranfortasi dan distribusi terutama untuk kebutuhan pokok mayarakat, makanan dan minuman serta penunjangnya termasuk untuk ternak/hewan peliharaan, pupuk dan petrokimian, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, kontruksi (infrastruktur publik), utilitas dasar (listrik, air, dan pengelolaan sampah) dapat beroperasi 100 persen maksimal staf hanya pada fasilitas produksi/kontruksi/pelayanan kepada masyarakat dan untuk pelayanan administrasi perkantoran guna mendukung operasional maksimal 25 persen staf.

Pasar tradisonal, pedagang kaki lima, toko kelontong, agen/outlet vocer, pangkas rambut, laundry, pedang asongan, pasar loak, pasar burung/unggas, pasar basah, pasar batik, bengkel kecil, cucian kendaraan, dan lain-lain sejenis dizinkan buka dengan prokes yang ketat. Untuk apotik dan toko obat dapat beroperasi buka selama 24 jam.

Keenam pelaksanaan kegiatan makan/minum ditempat umum: makan minum ditempat di warung makan/warteg, pedagang kaki lima, lapak jajanan dan sejenisnya diizinkan buka dengan prokes ketat sampai dengan pukul 20.00 WIB. Selanjutnya hanya melayani melalui dilevery/take away.

Rumah makan atau kafe dengan skal kecil yang berada pada lokasi tersendiri dapat melayani makan ditempat dengan kapasitas 25 persen sampai pukul 20.00 WIB. Selanjutnya hanya melayani melalui dilevery/take away.

Restoran/rumah makan, kafe dengan skala sedang dan besar baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun berlokasi pada pusat pembelanjaan/mall hanya melayani melalui dilevery/take away.

Ketujuh resepsi pernikahan ditiadakan, kedelapan kegiatan akad nikah maksimal 30 orang dengan prokes yang ketat, kesembilan pelaksanaan kegiatan ibada keagamaan sebaiknya dilakukan di rumah masing-masing. Kesepuluh fasilitas umum are publik, taman umum, dan area punlik lainnya ditutup sementara.

Sebelas tanportasi umum, angkutan massal, taksi konvensional/online dan kendaraan sewa/rental diberlakukan dengan pangaturan kapasitas maksimal 70 persen dengan menerapkan prokes yang ketat.

SE Walikota ini mulai berlaku sejak tanggal 26 Juli 2021 sampai dengan tanggal 2 Agustus 2021 atau sampai dengan Inmendagri selanjutnya. Dan ini disampaikan untuk masyarakat Kota Bengkulu dapat dilaksanakan sebagai mana mestinya. [Soprian]