Gerakan Bermasker, Bencoolen Mal dan JMSI Bengkulu Berkolaborasi

Infonegeri, KOTA BENGKULU – Penerapan PPKM Level 4 di Kota Bengkulu dalam rangka menekan penyebaran wabah Covid-19 turut menjadi perhatian seluruh pihak termasuk manajemen Bencoolen Mal (BIM, red).

Rabu, 27 Juli 2021, CEO Bencoolen Mal, Irwandi Putra menyerahkan langsun bantuan 2.500 pcs masker gratis untuk masyarakat. Bantuan itu disalurkan melalui Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Provinsi Bengkulu.

“Ini bentuk komitmen kami untuk selalu hadir di tengah penanganan wabah Covid-19 khususnya untuk warga Kota Bengkulu. Di tengah wabah Covid, berbagai kegiatan telah kami lakukan, termasuk pemberian vaksin gratis. Muda-mudahan teman-teman di JMSI bisa memanfaatkan dengan baik atau bisa juga disalurkan lagi kepada pihak yang benar-benar butuh seperti pedagang di Pasar,” kata Irwan

Wabah Covid-19 kata Irwan merupakan tanggungjawab bersama, tidak hanya pemerintah, masyarakat dan sektor swasta juga memiliki tanggungjawab yang sama. Kerjasama merupakan kunci agar wabah ini cepat berlalu, termasuk tingkat kedisiplinan masyarakat.

“Kami mendukung penuh langkah pemerintah dalam menekan tren kenaikan angka positif wabah covid-19 di Kota Bengkulu. Salah satunya dengan ikut menutup sementara operasional Benmall sampai dengan 2 Agustus mendatang. Kecuali tenant-tenant yang masuk dalam sektor esensial seperti Hypermart, Toko Obat Century, dan layanan telekomunikasi tetap buka“ kata Irwan

Irwan berharap bantuan masker ini dapat mendorong upaya masyarakat dalam menerapkan protokol kesehatan. Masker merupakan yang utama selain rajin mencuci tangan dan menjaga jarak. “Disiplin bermasker adalah upaya dini untuk mencegah penularan virus, jangan lupa juga untuk tetap menjaga imun tubuh” kata dia.

Ketua JMSI Bengkulu, Riki Susanto usai menerima bantuan menyampaikan ucapan terimskasih kepada Manajemen Benmal yang telah memberi kepercayaan kepada JMSI untuk menyalurkan masker. Bantuan akan disalurkan kembali kepada pihak yang rentan seperti pedagang di pusat-pusat keramaian, termasuk wartawan.

“Kepercayaan ini bukan kali pertama, banyak pihak yang mempercayakan ke JMSI untuk menyalurkan bantuan perlengkapan prokes melalui JMSI. Amanah ini akan kami jaga, bagi teman-teman wartawan yang butuh masker dapat menghubungi kami langsung. Nanti tim kami juga akan membagikan masker ini ke masyarakat yang benar-benar butuh” kata Riki

Selanjutnya kata Riki, kalangan pers terutama wartawan yang aktif di lapangan sangat membutuhkan perlengkapan prokes, posisi wartawan merupakan pihak yang sangat rentan untuk ikut terpapar. Data dari berbagai lembaga menyebutkan, ribuan wartawan ikut terpapar bahkan tidak sedikit yang meninggal dunia.

“Pekerjaan ini sangat beresiko, Dewan Pers sendiri telah menerapkan protokol kesehatan liputan di tengah wabah termasuk asosiasi wartawan seperti PWI, AJI, IJTI demikian pula perusahaan media juga telah membuat protokol liputan yang ketat. Insyallah upaya-upaya itu bisa meminimalisir agar teman-teman wartawan tidak ikut terpapar” kata Riki Susanto. [JMSI]