Viral Ijazah Ditahan Sekolah, KNPI: Selamatkan Masa Depan Pemuda Bengkulu

Caption Foto: Plt Ketua DPD KNPI Kota Bengkulu Supratman S.Sos, M.Si, saat memberikan kata sambutan pembentangan merah putih raksasa di Pantai Panjang, Selasa (17/08/2021).

Infonegeri, BENGKULU – Viralnya terkait ditemukan fakta ditengah masyarakat ada beberapa pelajar tingkat SMA/SMK sederajat baik Negeri ataupun Swasta yang tidak mampu di Kota Bengkulu ditahan Ijazah pihak sekolah. Penahanan dikarenakan siswa-siswi memiliki tunggakan.

Viralnya peristiwa tersebut Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Walikota Helmi Hasan serta wakilnya Dedy Wahyudi, memfasilitasi antara pelajar dengan pihak SMKN 2 Kota Bengkulu yang ijazah sudah tertahan tetapi hasil mediasi pihak sekolah menyerahkan ijazah tersebut.

Kemudian menyusul pelajar di SMKN 6 Kota Bengkulu yang ijazahnya juga tertahan di sekolah, kemudian Walikota Bengkulu rela merogoh koceknya senilai Rp 5 juta demi menebus ijazah sang anak, karena ada beberapa biaya administrasi yang wajib diselesaikan.

Melihat peristiwa tersebut Plt Ketua DPD KNPI Kota Bengkulu Supratman S.Sos, M.Si, Rabu (25/8) menilai kebijakan dan tindakan cepat Pemkot Bengkulu layak di apresiasi, karena dengan ditebusnya ijazah pelajar itu, maka masa depan sang anak dapat berlanjut

“Berdasarkan pengakuan siswa-siswi. kami menilai hal yang wajar jika adik pelajar itu kemudian menyampaikan kesulitan mereka terkait ijazahnya yang bahkan sejak dinyatakan tamat dan lulus tahun 2018 lalu hingga tahun 2021 ini masih ditahan pihak sekolah. Jika tidak viral, dan tidak ditindaklanjuti, maka sampai kapan ijazah itu akan tertahan.” ungkap Iwan.

Kemudian, Iwan sapaan akrabnya, menyampaikan bagaimana kehidupan masa depan adik-adik pelajar tersebut kedepannya? Dan ia juga menyampaikan bagaimana kemudian jika kasus serupa terjadi pada orang terdekat, atau keluarga kita apakah kita akan menerimanya apakah akan kita biarkan??.

“Bagaimana mau melanjutkan sekolah ke jenjang berikutnya? bagaimana mau kuliah?? atau bagaimana mau melamar pekerjaan?? jika ijazah yang merupakan syarat utama tidak ada. Ini tentu jadi preseden tidak baik, dan sudah sepatutnya jadi perhatian pemerintah,” ungkap

Lanjut Iwan, dirinya sangat mengapresiasi tindakan Pemkot Bengkulu, meskipun saat ini beredar asumsi, bahwa kejadian ini dipolitisir, ataupun sebagian kalangan menilai masih ada aroma Pilkada tahun 2020 lalu antara Walikota Helmi Hasan yang menjadi Cagub dan Rohidin Mersyah petahana Cagub.

Dikutip di Undang-undang nomor 23 tahun 2014, SMA/SMK merupakan kewenangan Pemerintah Provinsi (Pemprov) bukan kewenangan pemerintah kabupaten/kota. Kemudian Pemuda KNPI tidak melihat persoalan itu dari asumsi yang beredar.

“Kami lebih melihat dan fokus pada upaya menyelamatkan masa depan pemuda. Karena dalam Undang-undang Dasar 1945 pasal 28 dan 27 itu tertulis bahwa pemuda sebagai bagian terbesar masyarakat Indonesia dijamin konstitusi UUD 1945 atas kelangsungan hidup, tumbuh dan berkembang, serta hak atas perlindungan dari kekerasan dan diskriminasi pendidikan dan memperoleh manfaat dari ilmu pengetahuan, tekhnologi, seni, sosial dan budaya demi meningkatkan kualitas hidupnya. Jadi atas dasar inilah, kami menilai tindakan yang diambil oleh dua pemimpin Kota Bengkulu itu sudah tepat,” Jelasnya.

Selain itu, dengan adanya kejadian yang cukup mencoreng dunia pendidikan Bengkulu saat ini. KNPI versi pimpinan Ketua DPD KNPI Provinsi Febry Yurdiman, dan Ketum DPP KNPI Abdul Azis berharap kejadian serupa hendaknya jangan terulang lagi. Karena dengan tertahannya ijazah pemuda di sekolah, sama saja artinya menghambat laju masa depan pemuda.

“Sebab itu, hendaknya ini dijadikan pelajaran. Dan sudah sepatutnya pemerintah dapat menelurkan sebuah aturan, regulasi yang dapat membantu masyarakat tidak mampu dalam mendapatkan haknya untuk mendapatkan pendidikan. Kita berharap jajaran pemerintah saling bersinergi merumuskan regulasi, bisa saja misalnya memberi subsidi bagi anak tidak mampu untuk sekolah hingga selesai,” harap Iwan. [SA/Rls]