Kredit Fiktif Bank Bengkulu Berujung Jeruji Besi

Infonegeri, BENGKULU – Surat kaleng menyebutkan Agus Salim, Direktur Bank Bengkulu memanipulasi keputusan Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) tahun 2020, sehingga ia terpilih lagi mencuat kepublik.

Mencuatnya surat kaleng yang ditujukan kepada DPRD Provinsi Bengkulu tersebut adalah seluruh Kepala Divisi tercantum sebagai pengirim surat yang ditembuskan ke OJK, Polda, dan Kejati Bengkulu.

Tidak hanya soal RUPS tahun 2020 didalam surat kaleng juga menyebutkan soal integritas komisaris Bank Bengkulu, karena ada komisaris pernah memberikan kredit fiktif, sehingga berujung ke jeruji besi.

“Integritas komisaris harus dipertanyakan, karena ada komisaris pernah memberikan kredit fiktif, saat menjabat Kepala Biro Kredit, dan mengakibatkan Direktur Pemasaran masuk jeruji besi.” ungkap isi surat tersebut.

Dilansir sebelumnya, surat kaleng tersebut menyebutkan Agus Salim memanipulasi (merubah) keputusan RUPS, pada tanggal 15 April 2020, dimana Hasil RUPS sepakat Agus Salim sebagai Calon Direktur Utama.

“Agus Salim bekerjasama dengan Notaris (Mufti Nokhman) merubah keputusan RUPS dimana, seakan-akan yang bersangkutan diperpanjang masa jabatannya diperiode 2020–2024.” seperti dikutip dari surat.

Lanjut surat kaleng tersebut menyayangkan, “Padahal Ridwan Nurazi (Komisaris Utama) dan Mulyadi Ismail (Komisaris) ikut dalam RUPS yang berlangsung. Mana peran dan tanggung jawab kedua komisaris,” tanya dalam surat.

Kemudian, DPRD juga dimintai rekam jejak RUPS, seperti: audio dan video. Dan agar memanggil para komisaris serta Direktur Kepatuhan Bank Bengkulu. “Jika perlu diambil sumpah diatas Al-Quran,” [Soprian]