Mengenal Jenis-jenis Investasi

Infonegeri – Investasi, istilah yang tak asing lagi terdengan ditelinga kita. Investasi merupakan bagaimana menanamkan modal/dana dengan harapan bisa mendapatkan keuntungan (return) dimasa mendatang.

Sedangkan menurut OJK, Investasi adalah penanaman modal dalam jangka panjang untuk pengadaan aktiva lengkap atau pembelian saham-saham dan surat berharga lain untuk memperoleh keuntungan.

Minggu lalu, kita telah mengenal apa itu investasi dan kenapa kita harus berinvestasi. Setelah memahaminya, pasti banyak yang bertanya-tanya: Terus kita harus investasi di mana?  Maka, kita perlu mengetahui instrumen investasi apa aja yang ada di sekitar kita.

Pertama Reksa Dana, paket investasi yang terdiri dari berbagai aset seperti deposito, obligasi, dan saham yang dikelola secara profesional oleh Manajer Investasi. Saat membeli reksa dana maka kamu menjadi pemilik unit dan dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga unit. Reksa dana terdiri dari 4 jenis yaitu reksa dana pasar uang, obligasi, saham, dan campuran. Jadi, kamu bisa lebih fleksibel dalam memilih jenis aset berdasarkan jangka waktu dan profil risiko yang kamu miliki.

Kedua Deposito, Produk keuangan yang diterbitkan oleh perbankan dengan keuntungan dan jangka waktu investasinya ditetapkan dari awal. Misalnya, kamu membeli deposito bank dalam jangka waktu 1 tahun dengan bunga 3,25%. Maka dana yang kamu investasikan akan dikelola sebagai modal bank dan dapat dicairkan pada tanggal jatuh tempo disertai pembayaran bunga.

Ketiga Obligasi, Surat utang yang diterbitkan oleh pemerintah atau korporasi untuk memperoleh pembiayaan. Seperti deposito, return dan jangka waktu investasi obligasi sudah ditetapkan dari awal. Misalnya, obligasi pemerintah seri ORI-020 memiliki kupon 4,95% per tahun dengan jangka waktu 3 tahun. Lalu, pada umumnya obligasi memiliki jangka waktu lebih panjang dan melakukan pembayaran keuntungan secara rutin dari setiap bulan, per 6 bulan, atau tahunan.

Keempat Saham, Ketika membeli saham, kamu terdaftar secara resmi sebagai pemilik sah atas suatu perusahaan. Saat ini, terdapat lebih dari 700 perusahaan tercatat yang sahamnya dapat diperjualbelikan melalui Bursa Efek Indonesia. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari kenaikan harga saham (capital gain) dan pembagian keuntungan perusahaan (dividen).

Kelima Emas, Biasanya orang membeli emas untuk melindungi nilai kekayaan. Alasannya harga emas cenderung naik saat terjadi inflasi, krisis, atau gejolak ekonomi. Lalu, kamu dapat memperoleh keuntungan dari selisih kenaikan harga beli dan jual. [SA/bibit]