Belajar dari Tambang Pasir Besi di Ilir Talo – Seluma

Peta lokasi PT Faminglevto Bakti Abadi akan beroperasi di Kabupaten Seluma tepatnya di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan.
Peta lokasi PT Faminglevto Bakti Abadi akan beroperasi di Kabupaten Seluma tepatnya di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan.

Infonegeri, SELUMA – Tambang tutup, Mayarakat Bayar Nazar, itulah yang dilakukan masyarakat ditiga Desa yakni Rawa Indah, Penago Baru, Desa Penago Satu, Kecamatan Ilir Talo, pada Rabu (21/9/2011) silam, setelah 7 tahun menolak.

Kala itu masyarakat menolak kehadiran tambang pasir besi PT Famiaterdio Nagara (FN) karen dinilai telah menghancurkan ekosistem pesisir pantai di dua desa. Akibatnya, laju abrasi akibat gelombang laut semakin tidak terbendung.

Seperti dilansir dari kompas.com syukuran terjadi 10 tahun yang lalu dilakukan masyarakat karena berhasil menutup tambang pasir besi, kemudia masyarakat bernazar jika tambang tersebut berhentik beroperasi maka masyarakat akan membayar nazar.

“Hari ini kita semua merasa merdeka dan bebas dari ancaman tambang pasir besi yang selama ini beroperasi, kita bernazar (niat) jika tambang berhenti operasi maka kita akan menggelar syukuran dengan memotong sapi,” kata Kepala Desa Penago Baru Masrutun.

Baru 10 tahun ancaman tersebut berlalu di Kecamatan Ilir Talo, kini ditahun 2021 tambang pasir besi yang akan dikelola oleh PT Paming Lepto akan beroperasi di Kabupaten Seluma tepatnya di Desa Pasar Seluma, Kecamatan Seluma Selatan.

Dilansir Bengkuluekspress.com pada tanggal 24 November 2021 Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) 20 Bandar Lampung dan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Seluma, memastikan keberadaan tambang Pasir tidak dalam kawasan Cagar Alam (CA).

Tim BPKH 20 Bandar Lampung saat melakukan pemetaan titik kordinat lahan pasir besi di Desa Pasar Seluma, Rabu (24/11/2021)
Tim BPKH 20 Bandar Lampung saat melakukan pemetaan titik kordinat lahan pasir besi di Desa Pasar Seluma, Rabu (24/11/2021)

“Nanti, beberapa koordinat akan kami olah dahulu, di luar apa di dalam, karena itu tidak bisa kita putuskan di lapangan,” ungkap Kepala Seksi BPKH Lampung, Fitrianus, saat meninjau titik lokasi penambangan pasir besih, Rabu (24/11/2021).

Dengan berdasarkan hasil titik koordinat penambangan pasir besi tersebut Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Seluma, Wakil Bupati Gustianto hanya mengatakan berdasarkan informasi tambang tidak berada di kawasan CA tidak ada kajian lingkungan.

“Setelah dilakukan cek lapangan, ternyata titik tambang itu tidak masuk dalam CA. Cuma kita minta itu secara otentik tertulis, bukan hanya survei dan mengatakan tidak. Jadi ada dasar hukum yang kita inginkan. Silakan buat tertulis bahwa lokasi Paming Lapto tidak masuk CA,” ungkap Gustianto.

Dengan keyakinan berdasarkan informasi tersebut, Gustianto berharap, bahwa apabila semua perizinan sudah lengkap, maka sesuai dengan program Bupati dan Wakil Bupati Seluma, yakni Seluma mudah berinvestasi, maka silakan beroperasi.

“Yang penting harus mensejahterakan masyarakat sekitar, kalau bisa 90% masyarakat sekitar lokasi itu harus di pekerjakan, kalau izin dan segala hal yang dibutuhkan itu sudah ada, silakan beroperasi, tapi kita tidak mau janji saja, harus ada bukti tertulisnya,” katanya. [SA]