Awal Tahun 2023 Minyakita di Provinsi Bengkulu Kosong

Caption foto: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA, pada Rabu (6/7/2022) di kantor Kementerian Perdagangan. (foto/dok: kemendag.go.id)
Caption foto: Menteri Perdagangan Zulkifli Hasan meluncurkan minyak goreng kemasan rakyat dengan merek MINYAKITA, pada Rabu (6/7/2022) di kantor Kementerian Perdagangan. (foto/dok: kemendag.go.id)

Infonegeri, BENGKULU – Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kanwil II melakukan pemantauan pergerakan harga serta ketersediaan minyak goreng rakyat merek Minyakita dan minyak goreng curah di Provinsi Bengkulu.

KPPU Kanwil II awal tahu 2023 melakukan pemantauan harga serta ketersediaan Minyak Goreng Rakyat merek Minyakita dan minyak goreng curah di berberapa pasar tradisional di Provinsi Bengkulu. Minyakita mengalami stok kosong.

“Awal tahun 2023, stok Minyak Goreng Rakyat kemasan merek Minyakita di beberapa pasar tradisional Provinsi Bengkulu kosong.” kata Wahyu Bekti Anggoro, Kepala Kantor KPPU Wilayah II, Selasa (24/01/2023).

Kepala Kantor KPPU Wilayah II juga menyebutkan harga Minyak Goreng Rakyat kemasan merek Minyakita di Provinsi Bengkulu berdasarkan sesuai dengan Permendag Nomor 49 Tahun 2022 berada diatas Harga Eceran Tertinggi (HET).

“Rata-rata harga Minyak Goreng Rakyat kemasan merek Minyakita di Provinsi Bengkulu berada pada harga Rp15.000 per liter atau diatas Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp14.000 per liter untuk minyak goreng rakyat dalam bentuk kemasan.” jelasnya.

Lebih lanjut, ia juga menyampaikan ketersediaan minyak goring curah yang terpantau mencukupi. “Ketersediaan minyak goreng curah terpantau mencukupi dengan harga Rp 16.000 per liter hingga Rp 17.000 per liter.”

Dalam menjalankan tugas dan pungsi KPPU Kanwil II akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi harga dan ketersediaan minyak goring baik minyak goring curah, kemasan maupun minyak goring Rakyat merek minyakita.

“KPPU akan terus melakukan pemantauan perkembangan kondisi pasar minyak goreng baik curah, kemasan maupun Minyak Goreng Rakyat merek minyakita sekaligus mencermati perilaku pelaku usaha yang berpotensi melanggar UU No. 5 Tahun 1999.” Ujarnya. [SA]