Cagar Budaya Bengkulu Punah dan di Rusak ‘Hantu’ (2)

Caption foto: bangunan Inggris yang oleh Belanda dijadikan kantor pos menghubungkan kantor pos di Seblat, kini berubah fungsi (Foto/dok)
Caption foto: bangunan Inggris yang oleh Belanda dijadikan kantor pos menghubungkan kantor pos di Seblat, kini berubah fungsi (Foto/dok)

Oleh: Benny Benardie/Pemerhati Sejarah dan Budaya Bengkulu (II-IV tulisan)

“Kita Ingin Kemajuan Berlandaskan History, Sosiologis dan Antropologis. Bukan Pembangunan Berdasarkan Kepentingan Politis Pitis”

Edukasi

Keberadaan peradaban masa lampau Negeri Bengkulu, terutama dari zaman akuwu (Raja-raja kecil), zaman Inggris dan Belanda sesungguhnya kaya akan nilai -nilai edukasi.
Hal itu sangat penting, untuk mengenal peradaban yang membentuk masyarakat kala itu, untuk masyarakat masa kini. Semuanya itu tentu mempunyai nilai ekonomis bagi pembangunan yang berkelanjutan, bila yang lagi mumpung berkuasa mau berfikir.

Dapat dicontohkan hal simpel pada peninggalan kolonial Inggris dengan bangunan yang mereka tinggalkan. Kita dapat menguak tentang sejak kapan masyarakat Negeri Bengkulu ini mengenal peradaban akan batu bata.

BACA JUGA: Cagar Budaya Bengkulu Punah dan di Rusak ‘Hantu’ (1)

Sebelum masyarakat Negeri Bengkulu tahu akan batu bata, dari manakah pihak Inggris membawa batu bata saat mulai membangun Benteng (Fort) York di Bukit Pasar Bengkulu, Benteng Marlborogh dan banyak bangunan lainnya yang kini masih tersisa.

Pertanyaan selanjutnya, kapan masyarakat Negeri Bengkulu memulai membangun sendiri rumah batu (Pakai batu bata dan batu kapur/semen), dimana sebelumnya masyarakat mengunakan kayu sebagai bahan membangun rumah.

Dari soal batu bata saja, beragam ilmu pengetahuan yang akan di dapat. Mula dari asal usul batu bata, cara membuatnya dan melapis batu kapur (semen) di dinding dangan artistiknya.

Belum lagi peradaban dalam membuat hingga menyusunnya menjadi konstruksi bangunan. Termasuk kayu jenis apa yang digunakan hingga tak lapuk karena zaman ataupun punah dimakan rayap di daerah yang secara geografi, Bengkulu Kota merupakan lahan bergambut. (Bersambung)