Didesak Netizen, Pemerintah DO Anak Penghina Palestina di TikTok

Tangkap Layar saat MT minta maaf atas unggahan videonya di TikTok

Infonegeri, Bengkulu – Pelajar Perempuan inisal (MT) asalah Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng) Provinsi Bengkulu setelah mengunggah video di TikTok yang mana dirinya tampak menghina Palestina dengan sebutan hewan.

Setelah beredar video tersebut ia mendapat desakan dari netizen yang kesal bahkan menyerang beberapa akun Instagram dan Facebook yang menyerukan agar pihak sekolahnya yang berada di Kabupaten Benteng segera mengeluarkannya dari Sekolah.

Dengan adanya desakan dari netizen yang kesal muncul petisi untuk mengeluarkan MT dari sekolah karena disebut telah mempermalukan masyarakat Bengkulu. Melihat hal itu, MT mengaku tak menduga unggahannya akan viral dan menuai banyak kecaman dari masyarakat.

Lalu kemudian MT yang masi menduduki Sekolah Menengah Atas (SMA) di Benteng ini mengunggah video klarifikasi permohonan maafnya agar dirinya tak di-bully lagi dan meminta masyarakat untuk berhenti memviralkan videonya tersebut.

Tak lama kemudian beredar video tersebut Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bengkulu melalui Dinas Pendidikan Benteng melakukan tindakan dengan mengeluarkan surat dengan nomor 420/1285/SMAN.1.BT/2021 perihal undangan yang ditujukan ke anggota kepolisian, TNI, Komite SMA, dan anggota dewan mengikuti rapa pada Senin, 17 Mei 2021.

Diketahui undangan pihak Pemerintah ingin menyelesaikan dengan viralnya video tersebut pada Selasa (18/05/2021) melakukan Rapat lanjutan dengan agenda pembahasan MS yang videonya viral dengan sebutan hewan terhadap Palestina di media sosial TikTok dengan keputsan Pelajar dikembalikan kepada kedua orang tuanya atau Drop Out (DO).

Hal ini disampaikan Kepala Cabdin Pendidikan Wilayah VIII Benteng, Adang Parlindungan, SH, M.Pd, yang mengatakan berdasarkan hasil rapat di Polres pada Selasa (18/5/2021) maka MS dikembalikan kepada kedua orang tuanya untuk dibina lebih lanjut.

“Hasil rapat di Polres hari ini dengan keputusan dikembalikan kepada kedua orang tuanya karena video tersebut sudah melampaui dari ketentuan yang ada. Maka dari itu siswa kita kembalikan ke orang tuanya,” ungkapnya.

Ditambahkan Kapolres Benteng, AKBP Ary Baroto, S.IK, MH menjelaskan, anak pengunggah video di TikTok tersebut atas sebutan nama hewan untuk perkaranya proses hukumnya sudah selesai.

“Hasil rapat dan penyelesaian dengan restorative justice, artinya diselesaikan dengan pendekatan menciptakan keadilan yang memperbaiki, bukan keadilan yang menghukum,” jelasnya.(SA)