Dirjen Bangda Kemendagri Lawatan ke Kota Bengkulu

Caption foto: Pj Walikota Bengkulu saat menerima lawatan Dirjen Bangda Kemendagri (Foto/dok)
Caption foto: Pj Walikota Bengkulu saat menerima lawatan Dirjen Bangda Kemendagri (Foto/dok)

Infonegeri, BENGKULU – Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi menerima lawatan Dirjen Bangda Kemendagri Suryo Putro bersama tim Courtesy Visit dan Pelingkupan Program Capital Investment Planning (CIP) di 8 Kota Pilot NUDP tahap II, Senin (08/13/2023).

Lawatan Dirjen Bangda Kemendagri menindaklanjuti Sosialisasi Pelaksanaan National Urban Development Project (NUDP) untuk Kota Pilot Tahap II. Project Management Unit (PMU) Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri yakni Kota Bengkulu, Bandar Lampung, Tangerang Selatan, Bogor, Surabaya, Kota Bitung, Ambon, dan Jayapura.

Arif Gunadi usai menyambut kedatangan Dirjen Bangda mengucapkan terima kasih. Apalagi NUDP ini disebut sebagai Proyek Pembangunan Perkotaan Nasional ini dikembangkan oleh Pemerintah bekerja sama dengan World Bank.

“Kami sangat bersyukur Kota Bengkulu termasuk kota yang menjadi pilot projectnya program ini, tentu kami sangat senang sekali. Memang kami akui Kota Bengkulu ini dari sisi PAD nya sangat terbatas. Tentu dana-dana dari luar sangat kami harapkan.” kata Arif.

“Kegiatan ini kami berharap banyak dana-dana dari bank dunia, dari APBN bisa masuk ke Kota Bengkulu karena memang dari sisi APBD kita 60 persen masih untuk membiayai belanja pegawai sehingga memang belanja modalnya masih sangat kurang,” tambah Arif.

Arif berharap ke depan melaui program ini banyak dana yang bisa masuk “Kami siap bersinergi dan berkolaborasi sehingga memang program ini nanti bisa berjalan dengan baik. Intinya kami siap membantu agar program ini bisa berjalan dengan baik,” harapnya.

Tim CIP, Ronal Candra menjelaskan bahwa CIP itu pembiayaan multiyears dan multi stakeholdersl, mengacu kepada permendagri nomor 86 Tahun 2017. “Besok kita akan workshop pengenalan CIP, bagaimana prosesnya, siapa saja yang terlibat dan bagaimana implemetasinya. Seperti apa hubungannya dengan permendagri 86,” ujar Ronal.

Dikatakan bahwa dengan penyusunan kerangka CIP, kota-kota akan mulai mengarah pada upaya prioritisasi investasi yang komprehensif dan berbasis pada area-area strategis di wilayahnya, serta diarahkan secara kebutuhan tata ruang (spasial).

“Bengkulu menjadi salah satu kota pilot project tahap II dari 8 yang sudah dipilih. Jadi nanti paket-paket investasi yang telah kami buat akan dilaporkan ke Badan Perencanaan Wilayah Indonesia (BPWI) untuk kemudian bisa dibiayai,” kata Ronal.

Joel Friedman yang merupakan ahli perencanana terpadu menambahkan bahwa program ini berkaitan dengan bidang pebangunan daerah untuk memperkuat proses perencanaan investasi bisa seefisien mungkin dan bisa juga melihat kemungkinan dana investasi.

“Project kami tahap I sudah dilaksanakan di 5 kota seluruh Indonesia, seperti Kota Denpasar, Kota Solo, Semarang, Banjarmasin dan Balik Papan. Dan kini kami memulai tahap II terdiri dari 8 kabupaten kota termasuk Kota Bengkulu,” jelasnya.

Diketahui lawatan ini dihadiri Dirjen Bangda Kemendagri bersama tim CIP, diantaranya Ronal Candra dan Joel Friedman ahli perencanaan terpadu, Pj walikota, Plt Sekda Medy Pebriansyah, para Asisten, Staf Ahli walikota dan Kepala OPD.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi