Gandeng Poltekpel Banten, KSOP Pulau Baai Bengkulu Gelar Diklat untuk Nakhoda Kapal

Infonegeri, BENGKULU – Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas III Pulau Baai Bengkulu bekerja sama dengan Politeknik Kelautan dan Perikanan (Poltekpel) Banten menyelenggarakan pendidikan dan pelatihan (Diklat) pemberdayaan masyarakat dengan sertifikat Basic Safety Training (BST) kapal layar motor dan Sertifikat Keterampilan dan Kecakapan (SKK) 60 Mil bagi Nakhoda Kapal Nelayan dan Perikanan.

Diklat yang digelar di Xtra Hotel Kota Bengkulu itu digelar dari Senin (26/02/2024) hingga Sabtu (02/03/2024), diikuti sebanyak 144 peserta dari masyarakat nelayan Bengkulu, Linau, dan Enggano, serta siswa SMK Maritim dan mahasiswa dari perguruan tinggi, turut serta dalam diklat ini.

Kepala KSOP Kelas III Pulau Baai Bengkulu Wigyo Satarai, melalui Pelaksana Harian Kepala KSOP Sahrial mengungkapkan, bahwa Diklat dilaksanakan secara cuma-cuma, dengan fasilitas menginap di hotel berbintang serta uang saku bagi setiap peserta. Setiap peserta yang berhasil lulus akan memperoleh sertifikat BST dan SKK 30/60 Mil.

“Program ini sebagai bentuk kehadiran pemerintah untuk mendorong kesadaran nahkoda kapal dan nelayan tradisional akan pentingnya keselamatan dan legalisasi berlayar,” jelasnya Sahrial, usai Diklat, Senin (26/02/2024).

Sertifikasi SKK 60 Mil, lanjut Sharial merupakan syarat mutlak bagi awak kapal tradisional untuk berlayar dengan jangkauan sejauh 60 Mil. Dengan terselenggaranya Diklat BST dan SKK 60 Mil, diharapkan resiko kecelakaan di laut bagi nelayan dan awak kapal tradisional dapat diminimalisir.

KSOP memiliki kewajiban untuk melakukan pengawasan dan pembinaan secara terus menerus baik dari segi perlindungan, kesejahteraan, pengetahuan, disiplin maupun penempatannya/formasi susunan perwiranya di atas kapal agar terwujudnya keselamatan pelayaran.

“Mereka yang telah mengikuti diklat ini akan mendapatkan sertifikat yang dapat dimanfaatkan untuk bekerja di atas kapal. Dengan adanya sertifikasi BST dan peningkatan kompetensi SKK, kami harap para rekan-rekan, akan lebih cakap dan peduli akan keselamatannya berlayar,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Divisi Pengembangan Usaha Poltekpel Banten, Kapten David RIC menambahkan materi Diklat meliputi pemaparan teori di kelas dan praktek langsung di lapangan yang akan ditujukan di area KSOP. Adapun secara luas, materi yang disampaikan berupa dasar keselamatan, dasar dalam penyelamatan diri di laut, penggunaan alat-alat pemadam kebakaran,

“Ini materi dasar, tujuannya adalah untuk meningkatkan keterampilan dan kompetensi awak kapal nelayan dan kapal tradisional dalam hal keselamatan dan keamanan pelayaran, yang jadi syarat agar diakui secara resmi oleh Pemerintah,” pungkasnya.

Acara Diklat dihadiri oleh perwakilan dari Basarnas Bengkulu, Lanal Bengkulu, serta Dinas Kelautan dan Perikanan Kota/Provinsi Bengkulu.

Pewarta | Soprian Ardianto