Gubernur Rohidin Tegaskan Berikan Peluang Kerja bagi Disabilitas

Caption foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menghadiri hari Disabilitas Internasional (Foto/dok)
Caption foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat menghadiri hari Disabilitas Internasional (Foto/dok)

Infonegeri, BENGKULU – Peringatan Momentum Hari Disabilitas Internasional, Gubenur Bengkulu Rohidin Mersyah menekankan agar penyandang disabilitas mendapatkan peluang kerja di instansi pemerintah dan swasta, di Balai Raya Semarak, Minggu (03/12/2023).

Hal itu menindaklanjuti Undang-Undang No. 8 tahun 2016 tentang Penyandang Disabilitas Pasal 11 huruf (g) yang menyatakan untuk memperoleh kesempatan dalam mengembangkan jenjang karier serta segala hak normatif yang melekat didalamnya.

“Perusahaan swasta dan BUMN wajib memperkerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dan Perusahaan yang sudah memperkerjakan penyandang disabilitas sudah diatur pada Undang-Undang No. 13 Tahun 2003,” kata Gubenur Rohidin.

Untuk itu, sebagai pimpinan daerah, Gubernur Rohidin meminta Dinas Sosial agar dapat memantau implementasi undang-undang tersebut dan perlu dilakukan penekanan kepada pihak perusahaan untuk melaksanakan undang-undang tentang pekerja disabilitas.

“Kita (BUMN/BUMD) agar memberikan ruang kepada disabilitas 2 persen dan itu harus digiring atau dipantau terus. Kalau bisa harus dirazia setiap perusahaan, jangan hanya razia orang asing saja. Kalau satu persen saja cukuplah sesuai dengan porsi,” tegasnya.

Menurutnya, disabilitas itu orang yang miliki hambatan sensorik, fisik atau mentalnya. Hal itu bisa diatasi jika orang di sekitarnya memfasilitasinya. Namun akan terpuruk jika orang dekat dan lingkungannya termasuk pemerintah tidak memberikan perhatian.

Lebih lanjut ia meminta agar Dinas Sosial menyiapkan anggaran yang riil untuk kaum disabilitas. Sedangkan Pemerintah Provinsi telah menyediakan alat bantu bagi penyandang disabilitas seperti, kursi roda, alat batu dengar, tongkat penyangga maupun kaki palsu.

“Kepastian anggaran, harus ada anggaran yang riil untuk dianggarkan, porsi disabilitas dan harus dilakukan razia. Kalau tidak didorong nanti akan sulit berkembang, karena pioneer itu penting. Selamat Hari Disabilitas Internasional,” ucap Gubenur Rihidin disambut meriah.

Terakhir, Rohidin menyatakan, di akhir jabatannya ia merencanakan agar Balai Raya ini ke depannya dibuatkan akses khusus bagi disabilitas. “Saya ingin Balai Raya ini inklusif bagi semua orang, dari manapun dan dari kelompok manapun,” dharap Gubernur Rohidin.

Editor | Bima Setia Budi