HMI Desak Pemkot Bengkulu Urus Gonjang-ganjing Parkir Gratis Alfamart

Caption foto: ilustrasi grai alfamart (Foto/dok: alfamart.co.id)
Caption foto: ilustrasi grai alfamart (Foto/dok: alfamart.co.id)

Infonegeri, BENGKULU – Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Bengkulu meminta Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dan manajemen Alfamart untuk memberikan kepastian kepada masyarakat terkait retribusi parkir di 44 gerai Alfamart. Permintaan ini muncul setelah adanya keluhan dari masyarakat mengenai penarikan retribusi parkir yang dilakukan oleh juru parkir.

Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu, Anjar, menyatakan bahwa MoU yang telah ditandatangani pada 22 Mei 2024 seharusnya memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa parkir di gerai Alfamart bebas dari retribusi. “Kami mendesak pemerintah kota dan Alfamart untuk menegakkan kesepakatan yang telah dibuat untuk memberikan kepastian kepada masyarakat,” kata Anjar, Rabu (12/06/2024).

Anjar menegaskan bahwa adanya penarikan retribusi parkir oleh juru parkir di beberapa gerai Alfamart menunjukkan bahwa ada masalah dalam pelaksanaan MoU tersebut, sehingga menimbulkan kebingungan masyarakat. “Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang sesuai dengan kesepakatan. Pemerintah dan Alfamart harus memastikan bahwa tidak ada pungutan liar,” tegasnya.

Menurut Anjar, ketidakjelasan dalam pelaksanaan MoU ini dapat menimbulkan kebingungan dan ketidakpercayaan masyarakat terhadap pemerintah dan institusi swasta. “Jika MoU ini tidak ditegakkan, maka akan ada keraguan dari masyarakat terhadap komitmen pemerintah dan Alfamart dalam memberikan pelayanan yang baik dan sesuai dengan aturan yang telah disepakati,” ujarnya.

Selanjutnya Anjar, secara tegas menyatakan bahwa tindakan penarikan retribusi oleh oknum juru parkir tersebut jelas merupakan pungli. “Kami meminta pihak kepolisian untuk segera menindak tegas oknum-oknum juru parkir yang masih melakukan penarikan retribusi di gerai Alfamart. Hal ini sangat meresahkan dan membingungkan masyarakat dan merusak citra kota Bengkulu,” ujarnya.

HMI Bengkulu juga mengimbau masyarakat untuk tidak ragu melaporkan jika menemukan adanya penarikan retribusi parkir di gerai Alfamart. “Jika masyarakat menemukan adanya penarikan retribusi parkir yang tidak sesuai ketentuan, segera laporkan kepada pihak berwajib. Mari kita bersama-sama memberantas pungutan liar ini demi kenyamanan bersama,” tambah.

Namun, kebijakan ini tidak berjalan mulus. Banyak pelanggan Alfamart yang merasa bingung dan tidak tahu harus berbuat apa ketika diminta membayar parkir oleh juru parkir. Ferry, salah satu pelanggan Alfamart, mengungkapkan kebingungannya. “Kami sudah dengar bahwa parkir gratis, tapi masih diminta bayar oleh tukang parkir. Ini jadi membingungkan dan bikin tidak nyaman,” keluhnya.

Pewarta | Soprian Ardianto