Informasi Keliru WHO, Rugikan Kesehatan Masyarakat dan Membuat Perokok Indonesia Menjauhi Vape

Caption foto Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Fotodok GLOBE NEWSWIRE)
Caption foto Hari Tanpa Tembakau Sedunia (Fotodok GLOBE NEWSWIRE)

Infonegeri, JAKARTA – World Vapers’ Alliance mengecam hasil polling baru yang menunjukkan bahwa 70% perokok di Indonesia (74% di seluruh dunia) secara keliru percaya bahwa vaping sama berbahayanya dengan merokok. Misinformasi yang sangat luas ini, yang diungkapkan dalam penelitian oleh Ipsos untuk jaringan lembaga pemikir We Are Innovation, merupakan dampak dari pernyataan berulang lembaga-lembaga internasional seperti Organisasi Kesehatan Dunia (WHO).

Dalam enam bulan terakhir, WHO telah menerbitkan informasi yang keliru tentang vaping dan nikotin sebanyak lebih dari sepuluh kali, termasuk pernyataan yang menyatakan bahwa vaping menyebabkan kanker, dan menyatakan bahwa vape secara umum mengandung lebih banyak racun daripada rokok.

Hal ini bertentangan dengan penelitian terbaru dan pernyataan dari otoritas kesehatan masyarakat seperti National Health Service Inggris (NHS). NHS telah menerbitkan sebuah panduan yang berjudul “Mitos dan Fakta tentang Vaping”, yang membongkar beberapa kesalahpahaman terbesar tentang vaping untuk membantu perokok mengakses informasi yang dapat dipercaya.

Sudah terbukti bahwa negara-negara yang paling berhasil mengurangi tingkat merokok, seperti Swedia dan Selandia Baru, merupakan negara yang dalam beberapa tahun terakhir bersikap terbuka terhadap alternatif nikotin bebas asap. Swedia misalnya, yang memulai hal ini jauh lebih awal, telah melihat kemajuan signifikan dalam hasil kesehatan masyarakat, diantaranya termasuk insiden kematian akibat kanker paru-paru yang 41% lebih rendah dari rata-rata Uni Eropa.

Mengomentari banyaknya misinformasi, pada Hari Vape Sedunia, direktur World Vapers’ Alliance Michael Landl mengatakan: “WHO mengabaikan tanggung jawabnya kepada 1,1 miliar perokok di dunia dan telah aktif memberikan informasi yang menakut-nakuti dan salah, menghalangi mereka dari alat yang terbukti paling sukses dalam melawan merokok. Vaping 95% lebih tidak berbahaya daripada merokok. Pemangku kebijakan bidang kesehatan masyarakat memiliki tanggung jawab untuk memberi tahu perokok tentang hal ini dan menyelamatkan jutaan nyawa dalam prosesnya,” tambah Liza Katsiashvili, Direktur Operasional WVA.

Tentang World Vapers Alliance: World Vapers’ Alliance (WVA) memperkuat suara para vapers di seluruh dunia dan memberdayakan mereka untuk membuat perbedaan di komunitas mereka. Anggota kami adalah asosiasi vapers serta individu vapers dari seluruh dunia.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi