Kades Dusun Baru Selingkuh, Warga Sambangi Bupati Seluma

Caption foto: Warga Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo sambangi kantor Bupati Seluma, minta Kades di Pecat (Foto/dok)
Caption foto: Warga Desa Dusun Baru Kecamatan Ilir Talo sambangi kantor Bupati Seluma, minta Kades di Pecat (Foto/dok)

Infonegeri, SELUMA – Warga meminta Kades Dusun Baru, Kecamatan Ilir Talo, Kabupaten Seluma segera dipecat karena diduga selingkuh. Hal itu disampaikan warga setempat usai menggelar hearing di Kantor Bupati Seluma pada Rabu, 27 Desember 2023.

Salah seorang warga Dusun Baru, Firdaus mengatakan, warga sudah resah dengan ulah Sang Kades yang sudah berkali-kali diduga selingkuh sehingga membuat nama desa menjadi tercemar.

“Kita awalnya ingin melakukan demo namun karena menjaga kondusifitas kita pilih ikuti hearing saja dan tujuannya tetap sama yakni meminta pemberhentian kades secara tidak hormat,” kata Firdaus.

Menurut Firdaus, akibat munculnya kasus dugaan perselingkuhan ini telah membuat kondisi internal desa menjadi kacau bahkan guru ngaji desa Dusun Baru mogok mengajar karena merasa desa sudah ternoda.

“Kami harap dengan adanya pertemuan dengan Pemkab Seluma kasus ini mendapatkan titik terang. Kami memiliki bukti yang kuat dan berharap agar kades dapat diberhentikan secara tidak hormat karena diduga terlibat kasus asusila,” tegas Firdaus.

Dugaan selingkuh ini awalnya terungkap lantaran muncul isu ada oknum kades di Seluma yang selingkuh di Pondok Pematang Sawah.

Isu ini kemudian diiringi dengan beredarnya video sidang adat yang digelar warga Desa Dusun Baru, Kabupaten Seluma pada Minggu, 3 Desember 2023.

Terlihat dari video, ada ratusan warga dari berbagai usia memenuhi balai desa menyaksikan prosesi sidang adat yang dipimpin Ketua BPD Dusun Baru. Video juga menampilkan warga yang berteriak meminta Sang Kades segera mundur.

Kades Dusun Baru Bantah Selingkuh

Sementara Kades Dusun Baru, Ibrani membantah tudingan warga. Ia mengatakan, kronologis sebenarnya bermula saat dirinya pergi ke kebun untuk mengusir monyet. Lalu dirinya dipanggil dua orang wanita yang sedang berada di pondok.

Kedua wanita tersebut berinsial T (45) yang masih merupakan kerabatnya sendiri dan E (46). Setelah didekati, ternyata maksud dari E ingin meminjam uang Rp 100 ribu untuk membayar arisan.

“Awalnya saya sedang ke kebun untuk mengusir monyet, lalu kedua orang tersebut memanggil saya dan bermaksud ingin meminjam uang. Saat itu saya di pondok hanya sekitar 10 menit,” ujar Kades.

Namun Ibran tidak menyangka saat itu ada yang merekam dan menuduh bahwa dirinya berselingkuh dan berzinah. Ibrani pun tidak terima dan telah melaporkan hal ini ke Polres Seluma.

Ibrani juga mengaku siap jika dipanggil untuk diminati keterangan. Ia mengatakan, kedua orang wanita yang bertemu denganya di Pondok Sawah juga bersedia membantu menjelaskan karena juga merasa namanya tercemar.

“Saya tidak terima dituduh selingkuh apalagi berzinah bahkan suami dari wanita tersebut juga bersedia dipanggil bersama-sama untuk menjelaskan faktanya,” tegas Kades Ibrani.

Editor | Bima Setia Budi