‘Kampanye’ di Media Sosial, Pj Walikota Bengkulu Dilaporkan ke Bawaslu

Caption foto: Kelvin Aldo Ketua Investigasi Garda Rafflesia, Kamis 11 Januari 2024 melaporkan Pj Walikota Bengkulu diduga tidak netral jelang Pemilu (Foto/dok: Soprian Ardianto)
Caption foto: Kelvin Aldo Ketua Investigasi Garda Rafflesia, Kamis 11 Januari 2024 melaporkan Pj Walikota Bengkulu diduga tidak netral jelang Pemilu (Foto/dok: Soprian Ardianto)

Infonegeri, BENGKULU – Penjabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi dilaporkan masyarakat yang tergabung di Garda Rafflesia ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Provinsi Bengkulu buntut ketidak netralan sebagai Aparatur Sipil Negara (ASN).

Laporan yang disampaikan Garda Rafflesia Provinsi Bengkulu ini dimana Arif Gunadi diduga dengan sengaja menggunakan nomor handphone pribadi 0812 7389 xxxx, menyebarkan konten ke Whatsapp Group (WAG) Silaturrahmi Bengkulu bernuansa politik.

WAG yang beranggokan lebih kurang 824 anggota tersebut, dimana Pj Walikota Bengkulu pada Rabu, 10 Januari 2024 tepatnya pukul 19.03 WIB ngeshare konten calon legeslatif (Caleg) dengan pesan ajakan untuk mencoblos. Caleg tersebut merupakan Istrinya.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi Bermain Politik Praktis

“Kita melaporkan Pak Arif Gunadi karena dugaan pelanggaran Netralitas ASN dengan melakukan kampanye di Media Sosial dimana Istrinya merupakan Caleg DPRD,” kata Kelvin Aldo Ketua Investigasi Garda Rafflesia usai melapor, Kamis (11/01/2024).

Kelvin juga menegaskan dengan dugaan pelanggaran berdasarkan temuan-temuan tersebut dirinya memintas agar Bawaslu Provinsi Bengkulu menindak tegas ASN yang tidak netral dimana juga ASN tersebut merupakan orang nomor 1 di Kota Bengkulu.

“Berdasarkan temuan kampanye di Media Sosial WAG tersebutlah kita menduga ada pelanggaran Netralitas ASN dan kita meminta Bawaslu Provinsi Bengkulu untuk menindak tegas dugaan pelanggaran tersebut sesuai dengan aturan yang ada.” terangnya.

BACA JUGA: ASN Kota Bengkulu Netral

Dilansir sebelumnya, Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi ketahuan ngeshare salah satu calon legestif (caleg) di Whatsapp Group (WAG) pada Rabu, 10 Januari 2024 tepat Pukul 19.03 WIB. Akibat dugaan kampanye tersebut telah beragam tanggapan dari anggota WAG.

Setelah mendapat ranggam tanggapan dari anggota WAG, Pj Walikota Bengkulu tersebut langsung sigap dengan menghapus pesan ajak untuk mencoblos Caleg Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Bengkulu dari Partai Amanat Nasional (PAN).

“Hajar Pak Pj Wali. Gass Pool” kata Aan Julianda saat berkomentar dan disambut dengan stiker dari Wanto Junaidi “Semoga kesehatan rezeki, kesuksesan menyertai kita semua, Aamiin” kemudiaan Aan kembali berkomentar “Belum ka di panggil Bawaslu besok?”.

BACA JUGA: Pj Walikota Bengkulu Kirim Konten Caleg ke WhatsApp Grup, Apakah Pelanggaran Pidana Pemilu?

Sebagai Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi yang juga merupakan ASN ini tentu dengan ketidaknetralannya sebagai ASN akan sangat merugikan negara, pemerintah, dan masyarakat, berdasarkan Undang-undang Nomor: 20/2023 tentang ASN.

UU tersebut Pegawai ASN wajib menjaga netralitas dengan tidak berpihak dari segala bentuk pengaruh manapun dan tidak memihak kepada kepentingan lain di luar kepentingan bangsa dan negara, termasuk kepentingan politik pencalon Isterinya sendiri.

Sebelumnya pengakuan Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu melalui Pj Walikota Arif Gunadi sangat menekankan netralitas ASN jelang Pemilihan Umum (Pemilu) tahun 2024 dengan diperkuat surat edaran (SE) nomor: 800/4846/BKPSDM.II/2023.

SE tersebut yang diterbitkan langsung ditandatangi oleh Pj Walikot Bengkulu, Arif Gunadi tentang himbauan netralitas bagi ASN dan pegawai tidak tetap (PTT) Kota Bengkulu dalam menyelenggarakan Pemilu tahun 2024, tertanggal 01 November 2023.

Dikeluarkan SE tersebut menindaklanjuti SE Menteri Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi tetang pendoman pembinaan dan netralitas dalam pemilu, dan Surat Bawaslu Kota Bengkulu serta arahan Presiden Joko Widodo.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi