Kementerian Targetkan Bulan Ini Perbaikan Jalan Likun Sembilan Selesai

Caption foto: Jalan Lintas Liku 9 Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah Longsor (Foto/dok)
Caption foto: Jalan Lintas Liku 9 Taba Penanjung, Kabupaten Bengkulu Tengah Longsor (Foto/dok)

Infonegeri, BENGKULU – Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Bengkulu, Tejo Suroso menyampaikan untuk perbaikan jalan lintas Bengkulu – Kepahiang tepatnya di kawasan Liku 9 Kecamatan Taba Penanjung Kabupaten Bengkulu, saat ini sedang berproses dan diperkirakan tuntas bulan ini sesuai target pihak Kementerian.

Saat ini menurut Tejo Suroso, pihak Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) VII sudah melakukan pengiriman  1.500 bronjong disamping juga menunggu pengiriman material tambahan lainnya untuk penanganan kedaruratan di sekitar titik longsor.

“Untuk bronjong sudah dikirim oleh Balai Sungai sebanyak 1.500 kurang lebih, sedangkan sekarang masih menunggu material kedua,” ungkap Tejo Suroso, Rabu (24/01/2024).

Untuk penanganan longsor dan pembuatan jalan baru dengan menggeser titik jalan, dijelaskannya memang harus merujuk pada ketentuan dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat RI. Bahwa daerah harus melengkapi dokumen terkait status bencana, walaupun secara lisan menurut Tejo Suroso, untuk pinjam pakai kawasan karena status darurat sudah mendapatkan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

“Secara lisan sudah boleh dilaksanakan untuk kedaruratan dan untuk kepentingan umum, tetapi untuk perizinan masih berproses. Seperti apa dari Camat, Bupati sampai ke Gubernur,” tambahnya.

Secara tanggungjawab perbaikan jalan lintas itu merupakan kewenangan Pemerintah Pusat yang dilakukan langsung Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN), namun secara administrasi untuk perizinan tetap harus disiapkan Pemerintah Daerah.

“Untuk perizinan masih berproses, itu juga masih sedang dilakukan. Tapi kami yakin target kementerian bulan ini selesai karena secara alat sudah dan material juga sudah. Tinggal pelaksanaan saja,” katanya.

Pihaknya juga berharap pengerjaan jalan itu bisa tuntas lebih cepat, selain bisa mengefisiensikan penganggaran karena dengan sistem piket yang disiagakan di jalur itu membutuhkan biaya cukup besar, dengan jalan yang normal kembali bisa memperlancar lalu lintas pendistribusian barang dan jasa dari luar Bengkulu atau ke Bengkulu.

“Dari kementerian saat ini juga sedang mencari team work yang bekerja di situ, karena memang kalau sekarang kita lihat ada piket 24 jam membebani anggaran. Kalau cepat diselesaikan juga lalu lintas dari Rejang Lebong ke Bengkulu maupun dari luar Bengkulu ke Bengkulu bisa lebih lancar lagi. Untuk operasional saat ini masih tertutup,” tutupnya.

Editor | Bima Setia Budi