Konflik Agraria, Petani Dituntut Rp7,2 Miliar oleh PT DDP Hadirkan Saksi Ahli

Caption foto: Sidang Konflik Agraria PT DDP dan Petani hadirkan saksi ahli dari Dosen Fakultas Hukum UNIB (Foto/dok)
Caption foto: Sidang Konflik Agraria PT DDP dan Petani hadirkan saksi ahli dari Dosen Fakultas Hukum UNIB (Foto/dok)

Infonegeri, BENGKULU – Sidang perkara gugatan PT Daria Dharma Pratama (DDP) sebesar Rp7,2 miliar terhadap Petani Tanjung Sakti, Ipuh berlanjut dengan agenda mendengarkan saksi ahli di Pengadilan Negeri (PN) Mukomuko, Selasa (16/01/2024).

Saksi ahli persidangan, Ahmad Wali S.H., M.H, merupakan Dosen Fakultas Hukum Universitas Bengkulu (UNIB) mengatakan bahwa izin lokasi itu belum dapat menjadi dasar perusahaan untuk melakukan aktivitas penanaman perusahaan perkebunan.

“Izin lokasi itu hanya penunjukan lahan yang memungkinkan untuk diterbitkan izin usaha perkebunan, sebagai dasar untuk mendapat perolehan tanah, sebelum mengajukan permohonan Hak Guna Usaha (HGU). Jadi sebelum ada HGU, pihak perusahaan belum boleh melakukan aktivitas penanaman,” katanya.

Dalam gugatan perdata PT DDP terhadap 3 petani yaitu Harapandi, Rasuli dan Ibnu Amin, Dosen Hukum Administrasi Negara, Perizinan dan Agraria ini menegaskan bahwa pihak perusahaan hanya dapat beraktivitas di atas lahan yang telah diterbitkan HGU.

Ketiga petani digugat pasal 1365 KUHPerdata tentang Perbuatan Melawan Hukum dengan tuduhan petani menduduki dan membangun bangunan liar diatas lahan HGU milik PT DDP No 125, mengambil hasil panen dan menghalang-halangi kegiatan usaha.

Sementara dalam sidang pada 5 Desember 2023, saksi fakta Hardito, warga Desa Sibak yang dihadirkan oleh petani menyatakan bahwa sebelum petani membersihkan lahan yang diusahakan, petani telah menanyakan langsung ke PT DDP terkait statusnya.

Saat petani mempertanyakan status areal itu, pihak PT DDP menyampaikan wilayah tersebut belum memiliki HGU. Dan diperkuat dengan surat PT DDP No 113/DDP-APE/III/2022 yang ditujukan kepada organisasi Serikat Tani Bengkulu.

Editor | Bima Setia Budi