KPHL Temukan Ribuan Ton Batubara dan Kayu Ilegal di Rindu Hati

Caption foto: Ribuan ton batubara Ilegal di Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu (Foto/dok: KPHL)
Caption foto: Ribuan ton batubara Ilegal di Desa Rindu Hati, Kabupaten Bengkulu Tengah, Provinsi Bengkulu (Foto/dok: KPHL)

Infonegeri, BENGKULU – Kesatuan Pengelola Hutan Lindung (KPHL) unit III Bukit Daun mendapati dikawasan hutan produksi terbatas (HPT) desa Rindu Hati Kabupaten Bengkulu Tengah menemukan ribuan ton batubara ilegal dan kayu ilegal, Selasa (09/01/2024).

Kepala KPHL Bukit Daun Provinsi Bengkulu Yudi Riswanda mengatakan dalam patroli yang dilakukan pada tanggal 8 Januari 2024 di HPT Desa Rindu Hati, petugas menemukan ribuan ton batubara illegal yang sudah dikarungi dan 1 meter kubik kayu illegal jenis meranti.

“Tidak diketahui jelas siapa yang mengemas ribuan ton batubara bara illegal tersebut ke dalam karung. Begitupun 1 meter kubik kayu illegal juga tidak jelas siapa yang melakukannya karena saat ditemukan tidak menemukan seorangpun di lokasi.” katanya.

Kepala KPHL Bukit Daun Provinsi Bengkulu ini menegaskan pihaknya saat masih dilapangan guna menggali informasi dari masyarakat mengenai para pelaku yang mengemas ribuan ton batubara illegal ke dalam karung serta pelaku pembalakan kayu illegal.

Caption foto: Penemuan Kayu Ilegal oleh Tim Patroli KPHL di Desa Rindu Hati (Foto/dok: KPHL)
Caption foto: Penemuan Kayu Ilegal oleh Tim Patroli KPHL di Desa Rindu Hati (Foto/dok: KPHL)

“Saya heran kenapa kegiatan batubara illegal bisa kembali lagi terjadi di HPT Desa Rindu Hati tepatnya dibekas galian tambang batubara PT Bukit Sunur, padahal pada akhir Februari 2023 lalu lokasi tersebut pernah digaris polisi,” terang Kepala KPHL.

Leboh lanjut Yudi juga menyampaikan saat digaris polisi oleh aparat penegak hukum, saat ini pihaknya masih menggali pemodal “Pasca penemuan kami masih menggali informasi dari masyarakat guna mencari tahu siapa pemodal dibalik kegiatan illegal,” tegas Yudi.

Yudi menambahkan perihal penemuan kayu “Untuk 1 meter kubik kayu illegal jenis meranti yang ditemukan di HPT Desa Rindu Hati diduga kayu tersebut berasal dari Hutan lindung bukit daun yang berjarak hanya sekitar 2,4 kilometer dari lokasi penemuan.” bebernya.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi