KPK Perpanjang Lisensi LSP Penyuluh Anti Korupsi

Infonegeri, JAKARTA – Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) Penyuluh Antikorupsi, yang dikelola oleh KPK memperpanjang lisensinya atau relisensi untuk lima tahun ke depan.

Pertemuan tersebut dilakukan dengan tatap muka dan daring dengan 40 Forum Penyuluh Antikorupsi seluruh Indonesia, di Gedung Pusat Edukasi Antikorupsi KPK, (6/04/2021).

Ketua KPK Firli Bahuri menyampaikan apresiasi dan penghargaannya kepada BNSP yang telah memberikan relisensi. Selain itu, Firli juga memberikan apresiasi kepada Forum Penyuluh Antikorupsi.

Pertemuan Forum Penyuluh Antikorupsi ini, kata Firli, bukanlah seremonial belaka, karena dirinya menyadari bahwa tak semua lembaga bisa diberikan relisensi seperti yang diperoleh LSP KPK.

“Selamat pada 40 forum yang sudah terbentuk di 34 Provinsi dan 6 di Kementerian dan Lembaga. Ini titik awal untuk pengembangan upaya pemberantasan korupsi. KPK tidak pernah berhenti dan putus asa dalam pemberantasan korupsi. KPK bergerak maju melakukan pengkajian, termasuk memberikan sumbangsih dan rekomendasi terkait pemberantasan korupsi,” ujar Firli.

Ketua BNSP Kunjung Masehat mengatakan bahwa profesi Penyuluh Antikorupsi sangat penting. Tujuannya agar mengajarkan antikorupsi dari rumah hingga ke masyarakat. Menurutnya, ada mekanisme jejaring yang bisa dikembangkan untuk memperbanyak SDM penyuluh antikorupsi.

“Saya berharap LSP yang sudah berjalan tiga tahun ini akan semakin maju di masa yang akan datang. Lisensi yang kita berikan ini lima tahun, kalau yang sebelumnya tiga tahun. Forum ini kita berdayakan semaksimal mungkin, karena para penyuluh merupakan perpanjangan tangan dari pekerjaan-pekerjaan kita agar bisa bergema dari level bawah sampai atas,” ucap Kunjung.

Selama tiga tahun penyelenggaraan LSP, KPK sudah memiliki 1.418 Penyuluh Antikorupsi dan 119 Ahli Pembangun Integritas. Hingga akhir Maret 2021, pada masa pandemi program pelatihan yang dipakai oleh KPK adalah metode jarak jauh, dengan melakukan asesmen secara daring. Selain itu, KPK juga membangun aplikasi AKSESKU INTERAKSI sebagai medium monitoring para penyuluh antikorupsi seluruh Indonesia. (SA/Rls)

Foto/doc: KPK RI