‘Manipulasi’ PAD 2023 ke Kemendagri, Pemkot Bantah Gunakan Data Kemungkinan

Caption foto: Gitagama Raniputera, Kadis Kominfo Kota Bengkulu (Foto/dok)
Caption foto: Gitagama Raniputera, Kadis Kominfo Kota Bengkulu (Foto/dok: Soprian)

Infonegeri, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu membantah pemberitaan “Pj Walikota Bengkulu ‘Manipulasi’ LRA PAD 2023 ke Kemendagri“. Dalam hak jawabnya menegaskan tak ada manipulasi Laporan Realisasi Anggaran (LRA).

Hal tersebut disampaikan Pj Walikota Bengkulu, Arif Gunadi, melalui Kepala Dinas Komunikasi, Informatika, dan Persandian (Kominfo) Kota Bengkulu, Gitagama Raniputera, melalui surat bahwa ia mengatakan Pemkot tidak ada manipulasi.

“Data yang disampaikan Pemkot Bengkulu per tanggal 27 Oktober 2023 yaitu realisasi pendapatan APBD Kota Bengkulu sebesar 61,42 persen, terdiri dari pendapatan asli daerah, pendapatan tranfer dan lain-lain pendapatan yang sah. Sebagaimana tabel presentase realisasi pendapatan APBD Kota se-Indonesia TA 2023 yang dikeluarkan Kemendagri. Jadi tidak mungkin Pemkot Bengkulu memanipulasi data.” tegas Kadis Kominfo, Gitagama, melalui surat resminya, Selasa (14/11/2023).

Lebih lanjut, data laporan pendapatan PABD yang dikirim ke Kemendagri telah melewati validasi dari Kepala BPKAD. Setelah itu, data laporan pendapatan APBD ini dikirim setiap minggu kepada Medagri, melalui Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah.

“Ini juga berdasarkan Surat Direktorat Jenderal Bina Keuangan Daerah Kemendagri nomor 900.1.6.4/12290/keuda tanggal 19 Juli2023 yang menyatakan bahwa Pemerintah Provinsi dan Pemerintah Kabupaten/Kota harus menyampaikan data laporan realisasi ABPD paling lambat hari Jumat setiap minggu berikutnya,” jelas Gitagama.

Berdasarkan surat yang dikirim oleh Kominfo Kota Bengkulu, dalam bantahannya perihal berita judul “Pj Walikota Bengkulu ‘Manipulasi’ LRA PAD 2023 ke Kemendagri”, tak melampirkan berupa fakta dan data hanya meyebutkan ‘kemungkinan”.

Sedangka, sebelumnya media ini menulis, Kemendagri dalam siaran live kanal youtube melakukan pembohongan publik terhadap realisasi Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu beberapa waktu lalu.

Dalam siaran live pada Senin, 6 November 2023 pada rapat presentase realisasi APBD Kota se Indonesia Tahun Anggaran 2023, Pemkot Bengkulu menduduki di urutan ke 2 dari 20 kota terkecil di Indonesia sebesar 61,42 persen fakta hanya 49,15 persen.

Caption foto: LRA PAD Kota Bengkulu yang diterima oleh Kemendagri (Foto/dok: kemendagri)
Caption foto: LRA PAD Kota Bengkulu yang diterima oleh Kemendagri (Foto/dok: kemendagri)

Pembohongan publik tersebut diketahui setelah dilakukan penelurusuran, ternyata Pemkot Bengkulu memanipulasi dalam Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 6 November 2023 ke Kemendagri sebesar 49,15 persen bukan 61,42 persen.

“Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 6 November 2023 Pemekot Bengkulu dengan uraian anggaran sebesar Rp 328.991.450.127,00 realisasi Rp 161,714.966.331,49 (49,15 persen).” data diterima media ini, Sabtu (11/11/2023).

Caption foto: Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 6 November 2023 Pemekot Bengkulu (Foto/dok)
Caption foto: Laporan Realisasi Anggaran (LRA) Pendapatan Asli Daerah (PAD) per 6 November 2023 Pemekot Bengkulu (Foto/dok)

Setelah melihat data dan fakta diperoleh media ini, Pemkot dibawa kepemimpinan Pejabat (Pj) Walikota Bengkulu, Arif Gunadi mendapat raport merah yang masuk dari 10 daerah terendah dibawah Kota Barnjarmasin, sebelum Kota Ambon se Indonesia.

Sebelumnya, Pemkot Bengkulu pada saat presentase realisasi APBD Kota se Indonesia Tahun Anggaran 2023 beberapa hari lalu, menduduki di urutan ke 2 dari 20 kota presentase realisasi pendapatan terkecil di Indonesia sebesar 61,42 persen.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi