Menparekraf: Layanan Penerbangan “On Demand” ke Labuan Bajo Akan Diaktifkan

Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Bandara Komodo Labuan Bajo, NTT, Selasa (5/12/2023).
Menparekraf Sandiaga Uno saat meninjau Bandara Komodo Labuan Bajo, NTT, Selasa (5/12/2023).

Infonegeri, LABUAN BAJO – Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf/Kabaparekraf) Sandiaga Salahuddin Uno mengatakan layanan penerbangan langsung “on demand” atau penerbangan yang disesuaikan dengan permintaan pasar akan diaktifkan di Labuan Bajo.

Menparekraf Sandiaga usai meninjau Bandara Komodo Labuan Bajo, NTT, Selasa (5/12/2023) mengatakan upaya ini dilakukan karena berdasarkan laporan dari pihak maskapai, pola permintaan penerbangan langsung kecenderungannya bersifat fluktuatif.

“Oleh karena itu nantinya kita menyasar on demand. Seperti hari ini ada beberapa yang charter sesuai dengan kegiatan. Dan kita akan perbanyak Meeting Incentive Conference Exhibition atau MICE dengan target peningkatan jumlah wisatawan yang tinggalnya lebih lama dan belanjanya lebih besar,” ujar Sandiaga.

Peningkatan jumlah penerbangan langsung ini juga penting untuk merespons banyaknya permintaan dari maskapai asing di antaranya dari Australia, Malaysia, dan Singapura. Karena itu Menparekraf Sandiaga akan berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk menyiapkan teknis dan izin penerbangan langsung dari maskapai asing.

“Sehingga target 1 juta penumpang yang dilayani Bandara Komodo Internasional ini kita rencanakan bisa tercapai tahun depan. Dengan penambahan penerbangan-penerbangan dan ketersediaan kursi,” kata Sandi.

Dalam kesempatan itu, Menparekraf Sandiaga meninjau sentra ekonomi kreatif yang ada di Bandara Komodo Labuan Bajo. Tidak hanya sekadar lihat-lihat, Menparekraf turut membeli beberapa produk UMKM tersebut, salah satunya kain tenun songke Manggarai.

“Saya baru saja rojali ‘rombongan yang jajan jajan dan beli-beli’ produk ekonomi kreatif. Dan mereka mengalami peningkatan pendapatan dan tersedianya peluang usaha dan lapangan kerja,” kata Sandi.

Editor | Bima Setia Budi
Sumber | kemenparekraf.go.id