Pemkot Bengkulu Libatkan PKH Penanganan Stunting

Caption foto: Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi kunjungi 19 anak stunting di puskesmas Kelurahan Sawah Lebar (foto/dok)
Caption foto: Pj Walikota Bengkulu Arif Gunadi kunjungi 19 anak stunting di puskesmas Kelurahan Sawah Lebar (foto/dok)

Infonegeri, BENGKULU – Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu libatkan Keluarga Penerima Manfaat Program Keluarga Harapan (PKH) dalam menekan angka stunting. Hal dengan medorong berbagai pihak hingga peran keluarga, Kamis (09/11/2023).

Hal tersebut disampaikan Pj Walikota Bengkulu Arif Gunandi saat menghadiri arahan kepada KPM PKH di Kelurahan Timur Indah, dalam sambutannya ia mengatakan pendamping PKH berperan sebagai edukator dalam mencegah stunting.

“Selain memberikan penyuluhan, pendamping PKH juga melakukan advokasi ketika ada KPM yang tidak memiliki jaminan pelayanan kesehatan seperti KIS atau BPJS agar dapat mengakses layanan kesehatan di fasilitas kesehatan tingkat 1.” kata Arif.

Untuk Kota Bengkulu sendiri, lanjutnya, stunting merupakan persoalan yang dihadapi pemerintah daerah saat ini. Pemerintah fokus melakukan berbagai intervensi hingga edukasi untuk menekan angka stunting, salah satunya melalui penyuluhan.

“Ya, penyuluhan inikan terkait stunting. Jadi kita berharap di Kota Bengkulu tak ada lagi yang namanya stunting, kalaupun ada terindikasi stunting tolong laporkan, nanti akan kita tindaklanjuti dan tuntaskan,” terang Mantan Sekda Kota Bengkulu ini.

Ditempat yang sama Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Sahat Marulitua Situmorang menegaskan, pihaknya turut membantu menekan angka stunting di Kota Bengkulu melalui peran aktif PKH dengan melakukan deteksi dini mulai dari calon pengantin (catin).

“KPM PKH ini mendapatkan bantuan secara rutin dari negara. Dalam kesempatan ini, Pemkot melakukan pendampingan, salah satunya terkait stunting. Jadi diharapkan bantuan tersebut dapat menekan angka stunting di Kota Bengkulu,” ujarnya.

Pewarta | Soprian Ardianto
Editor | Bima Setia Budi