Penyaluran Kredit UMi di Bengkulu Capai 84 Miliar Lebih

Pers Rilis Kinerja APBN Provinsi Bengkulu tahun 2023, di Kantor DJPb Bengkulu, Selasa (30/1/24).
Caption foto: Pers Rilis Kinerja APBN Provinsi Bengkulu tahun 2023, di Kantor DJPb Bengkulu, Selasa 30 Januari 2024 (Foto/dok: Soprian Ardianto)

Infonegeri, BENGKULU – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jendral Perbendaharaan (DJPb) Provinsi Bengkulu, Bayu Andy Prasetya mengatakan penyaluran program kredit Ultra Mikro (UMi) ke daerah tahun 2023 sebesar Rp84,26 miliar. Angka tersebut meningkat sebesar 37,45 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun sebelumnya.

“Pengakses UMi pada tahun ini sebanyak 17.510 debitur, menunjukkan peningkatan sebesar 37,97 persen dibandingkan dengan periode yang sama pada tahun 2022,” kata Bayu, saat menggelar Pers Rilis Kinerja APBN Provinsi Bengkulu tahun 2023, di Kantor DJPb Bengkulu, Selasa (30/01/2024) kemarin.

Bayu menjelaskan betapa pentingnya peran kredit UMi dalam mendukung pembiayaan di Bengkulu, khususnya bagi pelaku usaha mikro. “Kredit ultra mikro berperan strategis karena mendukung pembiayaan bagi pelaku usaha mikro dengan karakter segmen yang belum bankable dan rentan,” kata Bayu.

Bayu menyampaikan bahwa program UMi telah sukses menarik perhatian pelaku usaha mikro di Bengkulu, memberikan dorongan bagi mereka untuk memperluas usaha. “Banyak yang terbantu dari kredit ini dan membuat mereka mampu memperluas usaha serta menciptakan lebih banyak lapangan kerja di komunitas mereka,” ujarnya.

Bayu berharap pemerintah daerah dapat memberikan pendampingan kepada debitur UMi melalui pelatihan bisnis dan konsultasi keuangan. Langkah ini diharapkan dapat membantu mereka mengelola kredit dengan bijak dan meningkatkan peluang kesuksesan.

“Walaupun program ini bagus untuk pelaku usaha mikro, namun tetap butuh pendampingan, maka kami berharap pemerintah daerah di Bengkulu bisa melakukan itu,” tuturnya.

Kredit UMi dinilai sebagai langkah positif dalam memperkuat sektor usaha mikro di Bengkulu, yang sebelumnya terkendala oleh akses terbatas terhadap pembiayaan. Dengan adanya sumber pendanaan tambahan, usaha mikro diharapkan dapat tumbuh dan bersaing dengan lebih baik di pasar lokal dan regional.

Editor | Bima Setia Budi