Pergerakan Harga dan Ketersediaan Kebutuhan Pokok di Provinsi Bengkulu Jelang Nataru

Caption foto: Tranksi jual-beli pedagang di Pasar Panorama Kota Bengkulu(Foto/dok: Soprian Ardianto)
Caption foto: Tranksi jual-beli pedagang di Pasar Panorama Kota Bengkulu(Foto/dok: Soprian Ardianto)

Jelang Nataru, KPPU Tingkatkan Intensitas Pemantauan Pergerakan Harga serta Ketersediaan Barang Kebutuhan Pokok di Provinsi Bengkulu

Infonegeri, BENGKULU – Menjelang Hari Besar Keagamaan Nasional (HBKN) Natal dan Tahun Baru, Komisi Pengawas Persaingan Usaha (KPPU) Kantor Wilayah II meningkatkan pemantauan pergerakan harga dan ketersediaan barang kebutuhan pokok di Provinsi Bengkulu.

Peningkatan intensitas pemantauan kemudian dilakukannya koordinasi dengan berbagai stakeholder terkait. Berdasarkan hasil pantauan, harga barang kebutuhan pokok mengalami kenaikan pada minggu ketiga Desember 2022.

“Komoditas yang mengalami kenaikan harga di Provinsi Bengkulu yaitu aneka cabai seperti harga cabai merah keriting sebesar Rp 40.000,-/kg atau naik 23,08% (week-to-week/wtw) dan cabai rawit sebesar Rp 45.350,-/kg atau naik 0,33% (wtw).” kata Kepala Kantor KPPU, Wahyu Bekti, Selasa (20/12/2022).

Tidak hanya harga cabai, harga komoditas lainnya mengalami kenaikan, seperti bawang merah, bawang putih, daging ayam, telur ayam ras. Kenaikan berada diatas harga acuan pemerintah (Permendag No.7/2020).

“Bawang merah sebesar Rp 36.900,-/kg atau naik 2,79% (wtw), bawang putih sebesar Rp 26.900,-/kg atau naik 6,53% (wtw), daging ayam naik 11,15% (wtw) menjadi Rp 35.400,-/kg dan telur ayam ras naik 1,16% (wtw) menjadi Rp 30.500,-/kg.” jelas Wahyu.

Berdasarkan rantai distribusi perdagangan, komoditas dari produsen didistribusi ke pedagang besar. “Rata-rata margin harga antara produsen dan pedagang besar yaitu 3,50% untuk cabai rawit, daging ayam sebesar 51,43% dan telur ayam ras sebesar 9,80%.” terang Wahyu.

Pada komoditas yang dijual oleh pengecer di pasar tradisional, pasokan bisa berasal dari pedagang besar. “Rata-rata margin harga antara pedagang besar dengan pasar tradisional yaitu 9,18% untuk cabai rawit, cabai merah keriting sebesar 12,79%, bawang merah sebesar 15,81%, bawang putih sebesar 17,44%, daging ayam ras sebesar 20,19% dan telur ayam ras sebesar 7,68%.” lanjut Wahyu.

Pada tingkat pasar modern, Wahyu mengungkapkan bahwa margin harga semakin besar jika dibandingkan dengan tingkat pedagang besar. Dan kebutuhan diperkirakan mencukupi hingga awal tahun 2023.

“Dari sisi ketersediaan pasokan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Bengkulu menyampaikan bahwa ketersediaan barang kebutuhan pokok diperkirakan mencukupi terhitung Desember 2022 hingga awal tahun 2023.” jelasnya.

Penting bagi KPPU Kanwil II melakukan pengawasan untuk mencegah perilaku pelaku usaha memanfaatkan momentum dengan memainkan harga dan menahan pasokan sehingga memperoleh keuntungan secara berlebihan baik ditingkat produsen, pedagang besar, pasar tradisional dan pasar modern.

Distributor dihimbau untuk tidak menghambat pasokan kepada masyarakat. Mekanisme pasar yang sehat dari hulu hingga hilir akan mendorong terciptanya efektifitas dan efisiensi dalam kegiatan usaha serta perlindungan bagi konsumen untuk mendapatkan harga yang kompetitif.

Dalam mendorong terciptanya hal tersebut, KPPU Kanwil II terus bersinergi dengan seluruh stakeholder di Pemerintahan Provinsi Bengkulu terkait dalam menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pasokan barang kebutuhan pokok.

“Jika ditemukan adanya perilaku anti persaingan, KPPU Kanwil II akan menindaklanjuti baik melalui penegakan hukum persaingan usaha maupun pemberian saran dan pertimbangan terhadap kebijakan pemerintah.” tutupnya. [Soprian]