Polresta Bengkulu Tindak Pungli di Alfamart

Caption foto: Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata, S.I.K., saat menghadiri kegiatan Pergelaran Wayang Kulit, Jumat (14/06/2024) malam di Kampus 4 UMB (Foto/dok: Soprian Ardianto)
Caption foto: Kapolresta Bengkulu Kombes Pol Deddy Nata, S.I.K., saat menghadiri kegiatan Pergelaran Wayang Kulit, Jumat (14/06/2024) malam di Kampus 4 UMB (Foto/dok: Soprian Ardianto)

Infonegeri, BENGKULU – Polemik retribusi parkir di gerai Alfamart kian menjadi sorotan masyarakat. MoU yang dibuat oleh Pemerintah Kota (Pemkot) Bengkulu dengan pihak Alfamart pada 22 Mei 2024 disaksikan pihak kepolisian hanya kertas hitam diatas putih.

Perjanjian yang dibuat oleh kedua bela pihak yang disaksikan oleh pihak Kepolisian tidak memberikan jaminan kepada masyarakat bahwa bebas dari retribusi parkir. Menanggapi hal tersebut Kapolresta Bengkulu, Kombes Pol Deddy Nata, S.I.K., angkat bicara.

“Kita terus melakukan sosialisasi kepada pihak Alfamart, Hulubalang dan Joker (pengelola lahan parkir). Dan kami juga melakukan kegiatan-kegiatan pengamanan. Kalau terjadi lagi yang sifatnya ada pungutan liar nanti oleh satgas saber pungli akan ditindak,” kata Kapolresta Bengkulu, Jumat (14/06/2024) malam beberapa waktu lalu.

Lebih lanjut, Kapolresta Bengkulu kembali menegaskan kepada pihak Hulubalang dan Joker untuk tidak memaksakan kehendak untuk melakukan pengutusan restribusi dilahan parkir mili Alfamart, jika memang merasa dirugikan oleh pihak Alfamart selah bertindak.

“Kalau nanti ada pengerusakan, intimidasi akan kita tindak, jika itu sudah mengganggu ketertiban umum maka kita tidak perlu lagi laporan, langsung kita tindak. Pihak Hulubalang dan Joker jangan memaksakan keadaan, jika merasa dirugikan oleh pihak Alfamart, silahkan melakukan gugatan perdata,” jelas Kapolresta Bengkulu.

Dilansir sebelumnya, gonjang-ganjing retribusi parkir dilahan Alfamart mendapat desakan dari Ketua Umum HMI Cabang Bengkulu Anjar, ia meminta agar Pemkot Bengkulu dan pihak Alfamart dan pihak Kepolisian melakukan kepastian terhadap masyarakat.

“Kami mendesak pemerintah kota dan Alfamart untuk menegakkan kesepakatan yang telah dibuat, dengans memastikan bahwa tidak ada pungutan liar. Masyarakat berhak mendapatkan layanan yang sesuai dengan kesepakatan.” kata Anjar, Rabu (12/06/2024).

Anjar juga menghimbau. “Jika masyarakat menemukan adanya penarikan retribusi parkir yang tidak sesuai ketentuan, segera laporkan kepada pihak berwajib. Mari kita bersama-sama memberantas pungutan liar ini demi kenyamanan bersama,” tambah.

Pewarta | Soprian Ardianto