Rapat Paripurna, Gubernur Bengkulu Sampaikan Nota Penjelasan Raperda APBD Perubahan 2023

Caption foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat mengikuto rapat paripurna menyampaikan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan/Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2023 (Foto/dok: Soprian Ardianto)
Caption foto: Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah saat mengikuto rapat paripurna menyampaikan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan/Raperda APBD-P Tahun Anggaran 2023 (Foto/dok: Soprian Ardianto)

Infonegeri, BENGKULU – Gubernur Bengkulu Rohidin Mersyah sampaikan Nota Penjelasan atas Rancangan Peraturan Daerah Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Perubahan/Raperda APBD-P Tahun 2023, di Ruang Paripurna, Senin (11/9/2023).

Pada awal penjelasannya di rapat paripurna DPRD Provinsi Bengkulu, Rohidin mengatakan, Rancangan Perubahan APBD Provinsi tahun2023 yang disampaikan merupakan penjabaran dari perubahan rencana kerja pemerintah daerah yang merupakan upaya nyata

“RAPBD-P Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2023 disusun berdasarkan Permendagri Nomor 77 Tahun 2020 dan Permendagri Nomor 84 Tahun 2022 serta berpedoman pada peraturan perundang-undangan yang mengatur tentang proses perencanaan, penyusunan, pelaksanaan, pelaporan serta pengawasan terhadap APBD,” kata Rohidin.

Lanjutnya, perlu dilakukan perubahan mengingat capaian kinerja APBD Provinsi Bengkulu sampai bulan Juni 2023 menunjukan perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi-asumsi dalam kebijakan umum APBD Provinsi Bengkulu 2023 tersebut.

Adapun Rancangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2023 sebagai berikut: Penerimaan Daerah diproyeksikan naik sebesar Rp 68, 392 miliar lebih atau sebesar 2,36 persen dari semula yang dianggarkan sebesar Rp 2,897 triliun lebih, naik menjadi 2,965 triliun lebih.

“Sedangkan Belanja Daerah diproyeksikan naik sebesar Rp 189, 772 miliar lebih atau sebesar 6,37 persen dari dianggarkan semula Rp 2, 997 triliun menjadi sebesar Rp 3, 167 triliun,” ungkap Gubernur ke 10 ini.

Untuk Pembiayaan Daerah yang terdiri dari Penerimaan Daerah diproyeksikan naik sebesar Rp 121, 335 miliar atau naik sebesar Rp 151,64 persen dari yang dianggarkan semula Rp 89, 013 miliar menjadi Rp 201, 348 miliar yang bersumber dari SILPA. “Pengeluaran pembiayaan diproyeksikan tidak mengalami perubahan,” jelas Rohidin.

Di penghujung Nota Penjelasannya, Gubernur Rohidin berharap pembahasan Rancangan APBD Perubahan Provinsi Bengkulu 2023 ini dapat dilakukan secara efektif, konstruktif dan tepat waktu demi mewujudkan “Bengkulu Maju, Sejahtera dan Hebat”.

Sesuai mekanisme dan tatatertib dewan provinsi, tahap berikutnya Raperda tersebut akan dipelajari dan dibahas secara mendalam oleh anggota dewan provinsi, yang hasilnya akan disampaikan pada Pandangan Umum Fraksi-Fraksi terhadap Raperda APBDP Provinsi Bengkulu Tahun Anggaran 2023, pada Rapat Paripurna selanjutnya. [SA]