Respon KLHK atas Pembabatan Sabuk Hijau Tsunami Pantai Panjang

Caption foto: Lokasi Kawasan Koservasi Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu sebelum di Babat.
Caption foto: Lokasi Kawasan Koservasi Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu sebelum di Babat.

Infonegeri, BENGKULU – Pembabatan sabuk hijau Tsunami digaris spadan Pantai Panjang beberapa waktu lalu direspon baik oleh Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) melalui Direktorat Penegakan Hukum Lingkungan Hidup dan Kehutan.

Tindak lanjut perihal dugaan kerusakan pohon sabuk hijau tsunami akibat pembangunan di Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu, Provinsi Bengkulu menyampaikan beberapa hal yang dianggap penting salah satunya perihal kawasan konservasi.

“Berdasarkan hasil overlay lokasi tersebut dengan peta kawasan hutan didapatkan bahwa lokasi berada di Kawasan Koservasi,” tegas Plt. Direktur Vinda Damayanti kepada media ini melalui Surat Pelimpahan kepada Kepala BPPHLHK Wilayah Sumatera, Kamis lalu (21/10/2021).

Caption foto: Lokasi Kawasan Koservasi Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu, Kota Bengkulu setelah di Babat.

Kemudian, pada Senin (17/01/2022) BPPHLHK Wilayah Sumatera menyambangi lokasi Pembabatan sabuk hijau Tsunami di Pantai Panjang, kedatangannya bersama tim meninjau tentang kerusakan setelah pelimpahan dari KLHK.

“Kami bersama tim sedang di Kota Bengkulu dalam rangka mengecek lokasi pembabatan sabuk hijau di Muara Dua, Kecamatan Kampung Melayu atas pelimpahan penangan dari KLHK melalui Direktorat Penegakan Hukum LHK” ungkapnya [SA]