Tak Perlu Antre, Legalisir Dokumen Cukup Scan Barcode

Caption foto: Kantor Dukcapil Kota Bengkulu (Foto/dok: Soprian Ardianto)
Caption foto: Gerai Kantor Dukcapil Kota Bengkulu (Foto/dok: Soprian Ardianto)

Infonegeri, KOTA BENGKULU – Panjangnnya antre di Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bengkulu untuk melegalisir fotokopi kartu keluarga (KK) dan kartu tanda penduduk (KTP) dan sejenisnya untuk keperluan Admintrasi begitu panjang. Sedangkan saat ini hal tersebut tidak perlu lagi dilakukan.

Dikatakan Pjs. Kadis Dukcapil melalui Kasi pengelolaan dan penyajian data, Wahyu Gunawan S.os, panjangnya antri di Ducapil di sebabkan masyarakat ingin melakukan legalisir untuk keperluan Administrasi di suatu intansi atau lembaga. Padahal dalam mengecek dokumen kependudukan asli atau tidak dapat dipindai menggunakan QR (quick response) scanner pada aplikasi di smartphone.

”QR Code akan merujuk atau mendirect web site dukcapil untuk menampilkan informasi dokumen dukcapil yang dipindai. Kode QR pada dokumen di kertas HVS ini sebagai ganti tanda tangan dan cap basah yang dulu dicetak dengan security printing, tapi memang terkadang Instansi/lembagai masih menerapkan untuk melegalisir,” ungkap Kasi pengelolaan dan penyajian data, Wahyu Gunawan S.os, Rabu (24/3/2021)..

Lanjutnya, berbagai Lembaga yang berkepentingan dengan keaslian dokumen tersebut tidak sulit untuk mengetahui dokumen tersebut asli atau tidak. QR Code Reader tersebut dapat diunduh dari smartphone dan tidak perlu lagi untuk mengetahui keaslian dengan cara melegalisir.

“Bila dokumen tersebut asli maka dalam hasil pindai akan muncul tanda centang warna hijau dan tertulis dokumen aktif, NIK pemohon, nama pemohon dan nomor dokumen. Bila dokumen tersebut palsu atau tidak sesuai dengan yang ada dalam data base maka akan muncul centang warna merah,” jelas Wahyu.

Cara Mencetak Secara Mandiri

Adapun langkah-langkah agar bisa melakukan pencetakan dokumen kependudukan mandiri oleh masyarakat Pertama, masyarakat mengajukan permohonan pencetakan dokumen kependudukan dengan mendatangi kantor dinas dukcapil Kab/Kota, atau melalui Web online, dan Aplikasi Mobile yang telah disediakan oleh masing-masing Dukcapil Kab/Kota. Masyarakat wajib memberikan nomor HP atau alamat email.

Kedua, Petugas Dukcapil akan memproses permohonan masyarakat. Ketiga, setelah permohonan pelayanan kependudukan diproses oleh Dinas Dukcapil Kab/Kota sampai dengan ditandatangani dokumen kependudukannya secara TTE oleh Kepala Dinas Dukcapil, lalu sistem aplikasi SIAK akan mengirimkan notifikasi kepada masyarakat melalui SMS dan email yang bersangkutan berupa informasi link web untuk cetak dokumen kependudukan dan PIN. (SA)